Polusi PM2.5 Naik! Direktur RSUD Taman Husada Minta Warga Bontang Waspadai Ancaman ISPA

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 20:04 WIB
dr Suhardi.
dr Suhardi.

KALTIMPOST.ID- Udara Kota Bontang belum bisa sepenuhnya diabaikan. Pantauan kualitas udara pada Kamis (3/9) sore menunjukkan indeks kualitas udara berada di level 51 atau kategori Moderate, dengan PM2.5 menjadi polutan utama.

Data pada aplikasi IQAir yang dipantau sekitar pukul 16.00 Wita menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 9,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Sistem juga mencatat konsentrasi tersebut berada 1,8 kali nilai pedoman kualitas udara tahunan WHO.

Kondisi itu menjadi perhatian karena paparan partikel halus PM2.5 dapat memengaruhi saluran pernapasan, terutama kelompok masyarakat yang sensitif terhadap perubahan kualitas udara. IQAir dalam pantauannya juga merekomendasikan kelompok sensitif mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika berada outdoor.

Meski demikian, kondisi tersebut belum terlihat memicu lonjakan pasien dengan gangguan pernapasan di RSUD Taman Husada Bontang. Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi, mengatakan berdasarkan pemantauan di rumah sakit, belum terdapat peningkatan signifikan pasien yang menjalani perawatan akibat gangguan pernapasan yang berkaitan dengan paparan udara.

Baca Juga: Borneo FC Rilis Full Season Pass 2026/2027, Diskon Tiket VIP Stadion Segiri dan Bebas Desain Kursi

“Kalau pemantauan kami di RSUD, tidak ada pelonjakan pasien yang dirawat karena masalah infeksi napas,” kata Suhardi. Namun, masyarakat tetap diminta tidak lengah. Terlebih, kondisi kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu tergantung cuaca, aktivitas lingkungan, maupun sumber polutan.

Suhardi menyarankan masyarakat menggunakan masker sebagai langkah perlindungan ketika harus beraktivitas di luar rumah. Bagi warga yang tidak memiliki keperluan mendesak, aktivitas outdoor juga sebaiknya dikurangi ketika kondisi udara memburuk. “Kalau memang tidak ada urusan, aktivitas keluar rumah dikurangi agar tidak banyak terpapar kondisi udara seperti ini,” ucapnya.

Selain membatasi paparan, menjaga kondisi tubuh juga menjadi bagian penting. Suhardi mengingatkan masyarakat untuk memastikan daya tahan tubuh tetap baik agar tidak mudah terserang penyakit ketika kondisi lingkungan kurang mendukung.

Baca Juga: Gedung hingga Hotel di Samarinda Belum Aman Kebakaran! Disdamkarmat Godok Aturan Sanksi

Salah satu gangguan kesehatan yang patut diwaspadai adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penyakit tersebut menjadi salah satu keluhan yang dapat berkaitan dengan paparan lingkungan dan gangguan kualitas udara. “ISPA biasanya infeksi saluran napas atas. Itu yang paling banyak,” tutur dia.

Kondisi udara berkabut yang belakangan terlihat pada pagi hari juga tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai kondisi biasa. Masyarakat perlu memperhatikan perkembangan indeks kualitas udara sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.

Data IQAir pada Kamis sore menunjukkan indeks 51 berada dalam kategori Moderate. Selain angka AQI, layar pemantauan juga menunjukkan suhu sekitar 30 derajat Celsius, kelembapan 77 persen, serta kecepatan angin 27 kilometer per jam.

Meski angka tersebut belum menunjukkan kondisi udara yang masuk kategori tidak sehat secara umum, kelompok sensitif tetap perlu lebih berhati-hati. Mereka yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker sebagai perlindungan tambahan.

Baca Juga: Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Dorong Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kumango

Suhardi memastikan RSUD Taman Husada tetap bersiap menghadapi kemungkinan perubahan kondisi. Rumah sakit tidak hanya memantau perkembangan kasus yang masuk, tetapi juga siap memberikan pelayanan jika terjadi peningkatan pasien dengan keluhan pernapasan. “Kami sebagai RSUD siap kalau nanti ada lonjakan pasien yang memang terkait paparan udara yang tidak sehat,” terangnya.

Karena itu, masyarakat Bontang tidak perlu panik, tetapi tetap dianjurkan meningkatkan kewaspadaan. Memantau indeks kualitas udara Bontang, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar, mengurangi kegiatan outdoor saat kualitas udara memburuk, serta menjaga kebugaran tubuh menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan.

Dengan kondisi saat ini, belum ada indikasi lonjakan pasien gangguan pernapasan di RSUD Taman Husada. Namun, perkembangan kualitas udara Bontang tetap perlu dipantau karena angka indeks dapat berubah sepanjang hari. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
karhutla Kaltim Kualitas Udara Bontang RSUD Taman Husada Bontang