KALTIMPOST.ID, BONTANG - Kemarau panjang mulai memaksa distribusi air bersih di Bontang Barat diatur ulang. Perumda Air Minum Tirta Taman Kota Bontang menerapkan sistem penggiliran aliran air berbasis zona untuk pelanggan di Kelurahan Kanaan dan Gunung Telihan.
Baca Juga: Salat Istisqa Digelar, Pemkot Bontang Wanti-wanti Karhutla di Tengah Kemarau
Kebijakan ini diambil menyusul penurunan sumber air baku akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Pengaturan distribusi dilakukan agar pelayanan tetap merata dan pelanggan di wilayah yang terdampak masih mendapat pasokan air sesuai jadwal.
Dalam informasi pelayanan pelanggan yang disampaikan Perumda Tirta Taman, wilayah Bontang Barat yang masuk pengaturan dibagi menjadi dua zona. Masing-masing memiliki waktu pelayanan berbeda.
Zona 1 mendapatkan aliran air pada pukul 15.00 hingga 21.00 Wita. Wilayah yang masuk dalam zona ini meliputi Jalan Damai, Jalan Pongtiku, Kampung Timur, dan Kampung Rama.
Baca Juga: Bank Bontang Butuh Tambahan Suntikan Modal Inti Belasan Miliar Rupiah
Sementara Zona 2 mendapatkan pelayanan mulai pukul 07.00 hingga 12.00 Wita. Cakupannya meliputi Jalan Tarakan, Jalan Palembang, Jalan Asmawarman, Jalan Balikpapan, Jalan Pontianak, Jalan Bandung 1, 2, 3, 4 dan 5, Jalan Soekarno Hatta/Flores dan sekitarnya, Jalan S. Parman, serta Kampung Masdarling Bukit Pasir.
Direktur Utama Perumda Tirta Taman Bontang, Suramin, mengatakan pengaturan distribusi menjadi langkah yang harus dilakukan ketika pasokan air baku mengalami penurunan. Sistem zona memungkinkan tekanan air diarahkan secara bergantian sehingga pelayanan tidak hanya terkonsentrasi pada wilayah tertentu.
Menurut dia, kondisi sumber air harus disikapi dengan pengaturan yang terukur. Terlebih, kebutuhan air pelanggan terus berjalan sementara debit sumber belum menunjukkan kondisi normal.
“Kalau tidak segera kita sikapi, daerah dataran rendah memang masih bisa mengalir, tetapi yang lebih tinggi bisa menunggu lebih lama karena tekanannya tidak cukup,” kata Suramin.
Pengaturan aliran tersebut sekaligus menjadi upaya Perumda menjaga keberlangsungan pelayanan selama musim kemarau. Perusahaan akan melihat perkembangan cuaca dan kondisi sumber air baku sebelum menentukan apakah pola penggiliran tetap dipertahankan atau dikembalikan seperti semula.
Di tengah distribusi bergilir, Perumda meminta pelanggan mempersiapkan tempat penampungan air di rumah. Warga dianjurkan memanfaatkan waktu ketika aliran tersedia untuk mengisi tandon atau wadah penyimpanan.
Langkah ini penting agar kebutuhan air rumah tangga tetap dapat dipenuhi ketika memasuki waktu distribusi untuk zona lainnya.
Suramin juga meminta masyarakat tidak menggunakan air secara berlebihan. Penghematan menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan air selama pasokan sumber baku masih terbatas.
“Pelanggan sebaiknya punya tandon. Saat air mengalir, ditampung sehingga ketika giliran distribusi berhenti, masih ada persediaan,” ucapnya.
Selain menyiapkan tampungan, pelanggan diminta menggunakan air secara bijak dan hanya untuk kebutuhan prioritas. Perumda juga mengingatkan masyarakat segera melaporkan apabila menemukan gangguan maupun kebocoran jaringan air.
Pengaduan dapat disampaikan melalui layanan Perumda Tirta Taman di nomor 0548-23555. Pelanggan juga dapat menghubungi layanan WhatsApp di 0812-5378-7420.
Perumda menegaskan sistem penggiliran tidak bersifat permanen. Apabila kondisi cuaca dan sumber air baku kembali normal, pola pelayanan akan dikembalikan seperti sebelumnya.
“Kalau kondisi air baku sudah normal, pelayanan tentu dikembalikan. Untuk sekarang kita lihat perkembangannya dan memastikan pelanggan tetap mendapatkan pelayanan,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki