Respons Laporan Warga, Tim BRC Bontang Gerak Cepat Perbaiki Trotoar Amblas di MT Haryono

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 14:03 WIB
DIPERBAIKI: Bollard yang rusak di trotoar di Jalan MT Haryono mendapat penanganan tim Dinas PUPRK Bontang. (ADIEL KUNDHARA/KP)
DIPERBAIKI: Bollard yang rusak di trotoar di Jalan MT Haryono mendapat penanganan tim Dinas PUPRK Bontang. (ADIEL KUNDHARA/KP)

 KALTIMPOST.ID, BONTANG – Tim Bontang Reaksi Cepat (BRC) Dinas PUPRK Bontang bergerak kilat membenahi trotoar amblas dan menata ulang tiang pembatas (bollard) di kawasan Jalan MT Haryono, Selasa (15/9/2026). Tindakan taktis itu diambil sesaat setelah dinas menerima laporan masyarakat mengenai jalur pedestrian yang mulai membahayakan keselamatan pejalan kaki.

Perbaikan di lapangan difokuskan pada pembenahan paving trotoar yang retak dan amblas agar mobilitas pejalan kaki tidak terganggu. Petugas di bawah naungan Bidang Bina Marga tersebut juga menata kembali sejumlah bollard yang sempat bergeser dari titik asalnya.

Baca Juga: Truk ODOL Menjamur di Kutai Timur, Ini 3 Lokasi Calon Jembatan Timbang

Keberadaan tiang pembatas tersebut dinilai sangat vital guna menjamin keamanan hak pejalan kaki. Selain membatasi ruang pedestrian, bollard berfungsi mencegah pengendara sepeda motor melintas maupun memarkirkan kendaraannya secara sembarangan di atas trotoar.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRK Bontang Gunawan Tricahya menegaskan, partisipasi publik melalui laporan langsung menjadi instrumen penting dalam menjaga kelayakan infrastruktur kota.

"Setiap aduan dan laporan dari masyarakat menjadi perhatian serius kami. Ketika ada fasilitas jalan atau trotoar yang berpotensi membahayakan, Tim BRC segera kami arahkan untuk penanganan di lapangan," ujar Gunawan.

Baca Juga: APBD Perubahan Kutai Barat 2026: Prioritas Penanganan Stunting, Kemiskinan, dan Jalan Rusak

Ia menjelaskan, penanganan kilat wajib diterapkan guna memitigasi kerusakan fasilitas publik sedini mungkin. Jika kerusakan skala kecil dibiarkan, kerusakannya berisiko meluas dan menelan biaya perbaikan yang jauh lebih besar.

"Pola penanganan cepat sangat dibutuhkan karena kerusakan kecil pada fasilitas jalan maupun trotoar dapat berkembang apabila tidak segera ditangani. Karena itu, Tim BRC selalu disiagakan untuk merespons gangguan infrastruktur di lapangan," tutur Gunawan.

Menurut Gunawan, cakupan kerja Tim BRC tidak sebatas pemeliharaan aspal jalan utama. Fasilitas penunjang pedestrian seperti trotoar dan bollard keselamatan kini juga menjadi prioritas perawatan rutin berkala.

Baca Juga: Jejak Senyap Narkoba di Bontang: Dari Gelagat Aneh Pinggir Jalan hingga Penggerebekan Hotel

Ia turut mengimbau masyarakat untuk ikut merawat fasilitas umum yang telah disediakan pemerintah dan tidak menyalahgunakannya.

"Trotoar dan bollard merupakan fasilitas pendukung keamanan dan kenyamanan bersama. Kami mengimbau agar fasilitas tersebut tidak dirusak, dipindahkan, atau digunakan tidak sesuai fungsinya demi kepentingan pribadi," pungkas Gunawan.

 

Editor : Dwi Restu A
bontang pedestrian Perbaikan kerusakan