Geruduk Kantor PLN Bontang, Massa Minta Pemadaman Berakhir 1 Oktober, Ancam Bakal Dibakar

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 09:27 WIB

 

DILEMPARI: Pintu Kantor UP3 PLN Bontang di Jalan MT Haryono dipenuhi pecahan telur yang dilempar massa saat aksi protes pemadaman listrik, Kamis (17/9). (ADIEL KUNDHARA/KP)
DILEMPARI: Pintu Kantor UP3 PLN Bontang di Jalan MT Haryono dipenuhi pecahan telur yang dilempar massa saat aksi protes pemadaman listrik, Kamis (17/9). (ADIEL KUNDHARA/KP)

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG – Kesabaran warga Bontang menghadapi pemadaman listrik bergilir mulai memuncak. Sejumlah organisasi masyarakat menggeruduk Kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Bontang di Jalan MT Haryono, Kamis (17/9).

Aksi protes tersebut diwarnai pelemparan telur busuk ke arah kantor PLN. Massa menuntut pemadaman listrik yang dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat segera dihentikan.

Baca Juga: Flek Hitam Makin Gelap dan Sulit Pudar? Ternyata Ini 3 Kesalahan yang Sering Dilakukan

Aksi yang diinisiasi Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) dan Forum Masyarakat Peduli Bontang itu dimulai sekitar pukul 09.00 Wita. Kabut asap yang menyelimuti Kota Bontang tak menyurutkan massa menyampaikan aspirasi di depan kantor PLN.

Massa meminta manajemen PLN Bontang menemui mereka dan memberikan penjelasan terkait kondisi kelistrikan sekaligus kepastian berakhirnya pemadaman bergilir.

Ketua PHM Udin Mulyono dalam orasinya mendesak pihak PLN segera keluar menemui massa. Menurut dia, masyarakat berhak memperoleh penjelasan secara langsung terkait pemadaman yang masih berlangsung. “Keluar temui kami, kalau tidak kami bakar kantor PLN,” kata Udin dalam orasinya.

Baca Juga: Pemadaman Listrik Kembali Sasar Balikpapan Selatan Siang Ini, Martadinata hingga Perum BSD Terdampak

Udin menyebut dampak pemadaman tidak hanya dirasakan rumah tangga. Sejumlah sektor pelayanan masyarakat turut terdampak, termasuk kegiatan pendidikan dan distribusi air bersih.

Menurut dia, persoalan kelistrikan tersebut tidak dapat dianggap sebagai gangguan biasa karena dampaknya dirasakan langsung masyarakat. “Kami datang menuntut hak,” ucapnya.

Baca Juga: BMKG Ungkap Penyebab Balikpapan Diselimuti Mendung dan Bau Asap

Aksi juga diikuti Forum Masyarakat Peduli Bontang. Koordinator Lapangan Forum Masyarakat Peduli Bontang Taqiyuddin mengatakan pemadaman bergilir telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Forum tersebut membawa dua tuntutan utama. Pertama, meminta pemadaman listrik di Bontang dihentikan paling lambat 1 Oktober 2026. Kedua, meminta PLN memberikan kompensasi kepada masyarakat yang mengalami kerugian akibat pemadaman.

Taqiyuddin mengatakan kerugian yang dihimpun tidak hanya berkaitan dengan terganggunya aktivitas usaha. Masyarakat juga berpotensi mengalami kerusakan peralatan elektronik akibat gangguan pasokan listrik.

Baca Juga: Jadwal Pemadaman Listrik Penajam Hari Ini: Mati Lampu dari Perum BTN sampai Buluminung

Untuk mendata dampak pemadaman, pihaknya berencana membuka posko pengaduan setelah aksi. Posko tersebut menjadi tempat masyarakat menyampaikan dan menghimpun laporan kerugian selama pemadaman listrik bergilir.

“Kami juga akan buka posko aduan setelah demo ini untuk menghimpun kerugian masyarakat,” pungkas Taqiyuddin. (79)

Editor : Dwi Restu A
bontang geruduk demo pln