KALTIMPOST.ID, BONTANG – Pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sejumlah sekolah di Bontang berdampak langsung terhadap penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selama sekolah tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka, layanan MBG untuk sementara turut dihentikan.
Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Surya Dwi Saputra mengatakan, mekanisme penyaluran MBG mengikuti kebijakan pemerintah daerah setempat. Dengan diberlakukannya PJJ, layanan MBG juga tidak berjalan seperti biasanya.
Baca Juga: Tiga Tersangka Dibekuk, Jaringan Narkoba Lintas Kaltim-Kalsel Dibongkar di Muara Komam
“Pada dasarnya penyaluran program MBG mengikuti edaran dari pemkot setempat. Artinya, pelayanan juga ikut libur ketika sekolah melakukan PJJ,” ungkapnya, Kamis (17/9/2026).
Kebijakan tersebut berlaku mulai besok. Artinya, sekolah yang melaksanakan PJJ tidak menerima distribusi makanan MBG seperti saat pembelajaran tatap muka berlangsung.
Namun, untuk Kamis (17/9), sebagian sekolah masih terlanjur melaksanakan kegiatan belajar secara langsung. Kondisi itu membuat makanan MBG yang sudah dipersiapkan tetap didistribusikan kepada sekolah yang masih masuk.
Baca Juga: Samarinda Diselimuti Kabut Asap Pekat, Kadishub Ingatkan Bahaya Lalu Lintas Darat dan Sungai
“Untuk hari ini sebagian sekolah juga masih terlanjur masuk dan makanan juga sudah siap, sehingga beberapa tetap didistribusikan untuk pagi ini,” ucapnya.
Surya menegaskan, penghentian sementara layanan bukan berarti program MBG dihentikan secara permanen. Penyaluran akan kembali menyesuaikan kebijakan pembelajaran yang diberlakukan pemerintah daerah.
Sementara itu, belum ada skema alternatif berupa makanan MBG yang dikemas untuk kemudian diambil siswa di sekolah selama masa PJJ. Mekanisme tersebut belum diterapkan oleh SPPG Bontang.
Baca Juga: Debit Air Sungai Lawe-Lawe PPU Menyusut, Distribusi ke Sembilan Wilayah Dihentikan
“Untuk sementara belum ada skema seperti itu,” tutur dia.
Menurut dia, apabila pelaksanaan PJJ berlangsung dalam waktu yang cukup lama, pihak SPPG akan membahas kemungkinan mekanisme penyaluran lain. Namun, keputusan tersebut harus terlebih dahulu dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.
“Nanti jika berlangsung dalam jangka waktu lama akan kami sampaikan ke pusat dan dirapatkan,” ujarnya.
Baca Juga: Debit Air Baku Sungai Sangatta Turun, Produksi Perumdam TTB Berkurang 15 Persen
Sementara penghentian penyaluran MBG mulai besok juga mengakibatkan karyawan tidak masuk dapur MBG. Terhitung mulai sore nanti. "Pembayaran itu mengacu pelayanan. Kalau tidak ada distribusi ya berarti tidak masuk," terangnya.
Sementara untuk pasokan bahan pangan yang sebelumnya telah dipesan pun langsung dibatalkan. Imbas dari keputusan penerapan PJJ akibat kabut asap yang menimpa Kota Bontang. (*)
Editor : Dwi Restu A