BONTANG – Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bontang kembali berjalan setelah Pemkot Bontang mencabut surat edaran pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Aktivitas sekolah yang kembali berlangsung secara tatap muka membuat operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali disiapkan seperti biasa.
Di SPPG Bontang Selatan 04, sejumlah karyawan mulai bekerja pada Minggu (20/9). Mereka menyiapkan bahan makanan untuk penyaluran MBG pada Senin (21/9).
Koordinator SPPG Bontang Selatan sekaligus Kepala SPPG Bontang Selatan 04, Aldila Huud, mengatakan persiapan dimulai sejak pagi dengan pemesanan bahan makanan. Bahan kemudian tiba secara bertahap di dapur mulai sekitar pukul 15.00 Wita.
“Sudah bekerja mulai hari ini, karena dari pemerintah kota sudah mencabut surat edaran PJJ,” kata Aldila.
Baca Juga: Udara Membaik, Pelajar Bontang Kembali Tatap Muka Senin
Tidak seluruh bahan datang bersamaan. Tempe dan tahu, misalnya, biasanya baru tiba sekitar pukul 19.00 Wita. Setelah kebutuhan produksi tersedia, tim melanjutkan persiapan sebelum proses memasak.
Untuk menu yang disiapkan pada Senin, penerima MBG mendapatkan nasi putih, ayam bumbu rendang, tumis sayur dan buah semangka.
Aldila mengatakan proses produksi dilakukan secara bertahap hingga malam dan dini hari. Pengaturan waktu tersebut menyesuaikan jadwal distribusi makanan kepada penerima manfaat pada pagi hari.
SPPG Bontang Selatan 04 melayani sasaran yang cukup luas. Berdasarkan data SPPG, penyaluran mencakup delapan sekolah, empat posyandu dan satu tempat penitipan anak (TPA), dengan total sasaran sebanyak 2.673 orang.
Delapan sekolah tersebut yakni KB dan TK Al-Kautsar, KB dan TK GO PKB, KB dan TK ABA 8, KB Efata, SDN 011 Bontang Selatan, SD Aisyiyah, SD Advent dan SMP Advent.
Sementara empat posyandu yang menjadi sasaran ialah Posyandu Tunas Muda, Semoga Jaya, Juwita 1 dan Juwita 2. Penyaluran juga menyasar TPA Famus Kids.
Namun, jumlah makanan yang diproduksi setiap hari dapat berubah mengikuti kehadiran penerima manfaat. Jika seluruh penerima hadir, kebutuhan dapat mencapai sekitar 2.892 porsi.
“Kalau PM (penerima manfaat) masuk semua sekitar 2.892. Tapi karena ada SMK yang kadang PKL di luar kota, rata-rata saya menyalurkan 2.500 per hari sekian,” terangnya.
Dengan kembali normalnya aktivitas sekolah, SPPG menyesuaikan produksi berdasarkan jumlah penerima yang hadir. Pengaturan bahan baku, waktu kedatangan bahan hingga jadwal memasak dilakukan agar makanan dapat tersedia sesuai waktu distribusi.
Pencabutan PJJ sekaligus membuat operasional dapur SPPG kembali berjalan untuk memenuhi kebutuhan MBG bagi penerima manfaat di wilayah Bontang Selatan.
Editor : Muhammad Ridhuan