KALTIMPOST.ID, BONTANG - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang bersiap merombak total trotoar di Jalan Kapten Piere Tendean, Bontang Kuala. Fasilitas pejalan kaki ini akan diganti menjadi jalur beton setinggi 90 sentimeter untuk mengantisipasi banjir rob yang kerap merendam jalan utama kawasan pesisir tersebut.
Proyek penataan pedestrian ini masuk dalam daftar prioritas pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2027. Jalur pejalan kaki yang selama ini memakai material kayu ulin bakal dibongkar dan diganti konstruksi beton agar lebih kokoh serta tahan rendaman air pasang laut.
Kepala Dinas PUPRK Bontang Much Cholis Edi Prabowo mengungkapkan, keterbatasan ruang fiskal memaksa pemerintah memilih program kerja yang paling mendesak. Dari sejumlah rancangan, revitalisasi trotoar Bontang Kuala dan pembangunan kantor Kelurahan Berbas Pantai menjadi kandidat terkuat.
Baca Juga: Pemkab Paser Targetkan Perlindungan Lahan Pertanian Lewat Pemetaan LP2B
"Ini belum dibagi pagunya. Dengan kondisi anggaran yang ada, prioritasnya kemungkinan dua itu saja," ujar Bowo, sapaan akrab Much Cholis Edi Prabowo.
Secara teknis, konstruksi baru akan dibangun pada sisi kiri jalan dengan bentang lebar mencapai tiga meter. Ketinggian trotoar dirancang mencapai 90 sentimeter agar berfungsi sebagai jalur mobilitas darurat bagi warga saat genangan rob menutupi badan aspal.
"Sebelah kiri. Tingginya sampai 90 sentimeter, lebarnya tiga meter," kata Bowo menjelaskan detail desain fasilitas publik tersebut.
Meski demikian, pengerjaan fisik belum dapat langsung dieksekusi sepihak oleh Pemkot Bontang. Mengingat Jalan Kapten Piere Tendean berstatus jalan nasional, Dinas PUPRK wajib mengantongi izin resmi dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Pematangan desain saat ini telah memasuki tahap akhir, termasuk penyesuaian fasilitas penerangan jalan umum (PJU). Pemerintah memutuskan tidak merelokasi tiang-tiang lampu yang sudah berdiri demi menghemat anggaran.
Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Balikpapan, Seluruh Sekolah Terapkan PJJ
"Kalau memindahkan PJU, biayanya akan lebih banyak lagi. Jadi, tetap dipakai, tetapi desainnya disesuaikan," tutur Bowo.
Kepastian jadwal pengerjaan proyek trotoar ini masih menunggu penetapan pagu resmi APBD Bontang. Revitalisasi jalur pejalan kaki ini disiapkan sebagai solusi jangka panjang agar mobilitas warga pesisir Bontang Kuala tetap berjalan normal saat pasang laut tiba. (*)
Editor : Ery Supriyadi