Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Review Wicked: Film Musikal Perdana Ariana Grande, Sukses Perankan Penyihir Cantik yang Naif?

Almasrifah • Kamis, 21 November 2024 | 10:46 WIB

FILM MUSIKAL: Wicked, film perdana Ariana Grande bergenre musikal ala kisah klasik Broadway.
FILM MUSIKAL: Wicked, film perdana Ariana Grande bergenre musikal ala kisah klasik Broadway.
KALTIMPOST.ID, Wicked tentu telah dinantikan seluruh penggemar film musikal. Film garapan sutradara Jon M Chu ini tayang perdana di seluruh bioskop Tanah Air mulai Rabu, 21 November 2024. Sebelum menonton, simak review Wicked berikut.

Film Wicked merupakan adaptasi dari kisah klasik panggung Broadway Wicked yang diangkat ke dalam layar lebar.

Alur cerita Wicked diambil dari novel karya Gregory Maguire pada 1995 berjudul Wicked: The Life and Times of the Wicked Witch of the West yang terinspirasi oleh karakter-karakter dari novel The Wonderful Wizard of Oz tahun 1990.

Wicked dibagi dalam dua bagian, dan yang tayang saat ini merupakan bagian pertama. Film ini diwarnai berbagai karakter dan lagu-lagu ikonik drama musical dengan sentuhan plot twist.

Berdurasi 2 jam 40 menit, Wicked mengisahkan tentang persahabatan Glinda yang diperankan Ariana Grande dengan Elphaba dibintangi Cynthia Erivo.

Glinda merupakan penyihir yang terlihat baik namun penuh kepalsuan, sementara Elphaba dengan kejujurannya justru dikenal sebagai penyihir hijau yang jahat.

Penampilan Ariana Grande dan Cynthia Erivo

Penampilan Cynthia Erivo saat memerankan Elphaba di panggung dinilai lebih memukau dibandingkan Idina Menzel, aktris dan penyanyi musical Broadway.

Erivo mampu menyanyikan lagu ikonik seperti "Defying Gravity" dengan luar biasa. Ia juga berhasil membawa penonton merasa emosional atas perjalanan batin Elphaba.

Demikian pula dengan Ariana Grande. Ia memerankan karakter Glinda yang manis namun egosentris dengan sangat baik.

Kemampuannya dalam meniru gaya menyanyi Kristin Chenoweth juga mengagumkan. Namun, untuk komedi di atas panggung, Ariana terkadang masih terlihat kaku dan kurang tajam dari pemeran Sally Brown di Broadway tersebut.

Visual Effect Menakjubkan

Sementara itu, sutradara Jon M Chu, yang sebelumnya sukses dengan In the Heights, memnajakan mata penonton Wicked dengan gaya maksimalis penuh CGI.

Chu memanfaatkan kekuatan sinema untuk membuat adegan yang sebelumnya hanya bisa terbayangkan di panggung menjadi lebih spektakuler.

Film ini dibuka dengan visual megah, dari terbang melalui ladang poppy hingga menuju Kota Zamrud, semuanya dihiasi efek visual yang menakjubkan.

Cerita Wicked mengangkat tema yang lebih dalam, seperti ketidakadilan, kekuasaan, dan perbedaan.

Penanganan cerita tentang hewan-hewan berbicara yang ditindas oleh Pemerintahan Oz mengingatkan pada sejarah kelam penganiayaan dan ketakutan terhadap “yang berbeda”.

Meskipun beberapa detail, seperti asal-usul kulit hijau Elphaba dan kelemahannya terhadap air, belum terungkap di bagian pertama, namun Wicked: Part I tetap bisa berdiri sendiri dengan kuat.

Film ini tidak berakhir dengan cliffhanger yang mengganggu, melainkan menyajikan transisi yang lebih halus, dengan Elphaba yang mulai menerima potensi dirinya.

Wicked menjadi pengalaman visual dan emosional yang memukau, dengan tema yang tetap relevan sepanjang masa.

Berkat sinematografi canggih dan produksi yang luar biasa, Wicked menghadirkan sebuah dunia penuh fantasi yang memanjakan mata dan hati.

Pada akhirnya, Wicked merayakan identitas musikalnya tanpa ragu, memberikan pengalaman yang menyentuh sekaligus spektakuler.

Seperti Elphaba yang menerima kulit hijau dan tak lagi merasa malu, film ini juga dengan percaya diri merangkul identitasnya sebagai musikal yang besar dan berani. (*)

Editor : Almasrifah
#review wicked #Film Wicked #Broadway #ariana grande #alur cerita wicked #Cynthia Erivo