KALTIMPOST.ID, Di antara banyak drama Korea yang tayang tahun ini, ada satu judul yang menyita perhatian karena jalan ceritanya yang beda dari yang lain.
Bukan kisah cinta biasa, bukan juga sekadar misteri sekolah. S Line, drama terbaru dari platform Wavve, mengungkap hal yang selama ini tak terlihat, yaitu garis merah yang menghubungkan manusia berdasarkan riwayat seksual.
Mengangkat konsep thriller fantasi, S Line mengisahkan seorang siswi SMA bernama Shin Hyun Heup, yang sejak lahir memiliki kemampuan melihat garis “S”—garis merah yang hanya muncul pada orang-orang yang pernah terhubung secara intim.
Apa jadinya jika rahasia terbesar seseorang tiba-tiba terlihat jelas di mata orang lain? Inilah premis tak biasa yang membuat S Line langsung jadi perbincangan sejak episode perdananya tayang Jumat, 11 Juli 2025.
Drama ini diadaptasi dari webtoon dengan judul sama karya Kkomabi (Little Bee). Para penggemar webtoon sebelumnya tentu sudah tahu betapa intens dan gelapnya cerita ini.
Namun ketika kisah tersebut dibawa ke layar dengan visual yang kuat, atmosfernya justru jadi lebih menegangkan dan emosional.
Bahkan sebelum rilis publik, S Line sudah lebih dulu diputar di sebuah festival pada 27 April 2025, pertanda bahwa serial ini memang disiapkan sebagai karya unggulan Wavve.
Berbeda dari drakor biasa yang memiliki 16 atau bahkan 20 episode, S Line hanya punya total 6 episode.
Tapi justru di sinilah letak kekuatannya, padat, penuh kejutan, dan minim filler. Drama ini ditayangkan setiap hari Jumat, dengan jadwal lengkap sebagai berikut:
- Episode 1 & 2: Jumat, 11 Juli 2025
- Episode 3 & 4: Jumat, 18 Juli 2025
- Episode 5 & 6: Jumat, 25 Juli 2025
Durasi tiap episode sekitar 50 menit. Cukup untuk bikin kamu duduk tegang dan bertanya-tanya: siapa lagi yang saling terhubung dengan garis merah?
Drakor S Line bisa kamu tonton secara resmi dan legal hanya di platform Wavve. Cukup kunjungi situs https://www.wavve.com atau cek update jadwal tayang terbaru melalui akun Instagram resminya di @wavve.official. ***
Editor : Dwi Puspitarini