KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Industri perfilman Tanah Air kembali mencatatkan tinta emas melalui sekuel komedi fenomenal, Agak Laen: Menyala Pantiku!.
Film besutan rumah produksi Imajinari ini secara resmi memecahkan rekor sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa setelah berhasil melampaui angka psikologis 10 juta penonton.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis melalui akun resmi @imajinari.id, hingga Jumat (02/01), film ini telah meraup 10.250.000 penonton.
Angka fantastis ini diprediksi masih akan terus meroket mengingat antusiasme masyarakat yang belum surut.
Baca Juga: Deretan Film Hollywood Paling Ditunggu Awal 2026, Siap Panaskan Layar Lebar Mulai Januari
Bahkan, sejumlah jaringan bioskop dilaporkan menambah jadwal penayangan guna mengakomodasi permintaan yang membeludak.
Sebagai perbandingan, pencapaian ini melampaui pendahulunya yang sukses mengumpulkan 9,1 juta penonton pada 2024.
Sejak hari pertama penayangan yang mencatatkan angka 272.846 penonton, film garapan sutradara Muhadkly Acho serta produser Ernest Prakasa dan Dipa Andika ini memang sudah menunjukkan tanda-tanda akan menjadi hit besar.
Keberhasilan film ini tak lepas dari kekuatan cerita yang dibintangi oleh kuartet komedian Indra Jegel, Boris Bokir, Oki Rengga, dan Bene Dion.
Baca Juga: Rekor Baru! Film Agak Laen: Menyala Pantiku Melampaui Kakak Kandung dalam Waktu Singkat
Kali ini, mereka berperan sebagai empat detektif kepolisian dengan reputasi "berantakan" yang tengah berada di ujung tanduk pemecatan.
Demi menyelamatkan karier, mereka menerima misi rahasia untuk memburu tersangka pembunuhan anak wali kota yang diduga bersembunyi di sebuah panti jompo.
Aksi penyamaran pun dilakukan dengan penuh totalitas Bene dan Jegel masuk sebagai perawat panti, Boris dan Oki mengambil peran tak terduga yang memicu situasi komedi satir.
Para penonton dan kritikus memuji film ini karena mampu menyeimbangkan humor segar dengan sisi humanis.
Baca Juga: Janur Ireng: Prekuel Sewu Dino yang Membuka Tabir Keluarga Terkutuk Paling Ditakuti di Jawa
Di balik kekonyolan misi mereka, terselip konflik personal yang menyentuh; mulai dari beban ekonomi keluarga, biaya pendidikan adik, hingga perjuangan seorang ayah baru.
Perpaduan antara tawa, ketegangan, dan kehangatan inilah yang membuat Agak Laen 2 mendapatkan ulasan positif hingga menjadi tren di berbagai platform media sosial.(*)
Editor : Dwi Puspitarini