Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Widi Kreasi Asia, Dari Studio Musik hingga Motori Panggung Besar

Nasya Rahaya • Sabtu, 24 Agustus 2024 | 21:01 WIB
MOMEN: Momen saat Widi Kreasi Asia  menggarap Selili Jazz Festival kedua pada akhir 2023 yang dimotori Wakil Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian.
MOMEN: Momen saat Widi Kreasi Asia menggarap Selili Jazz Festival kedua pada akhir 2023 yang dimotori Wakil Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian.

Widi Kreasi Asia telah menunjukkan kemampuannya dalam mengubah wajah industri event organizer di Kaltim.

---

BERAWAL dari sebuah studio musik, Widi Kreasi Asia kini telah tumbuh menjadi salah satu event organizer terkemuka di Kaltim khususnya Samarinda. Membawa beragam acara besar ke panggung lokal dengan sentuhan kreativitas dan profesional.

Widi Kreasi Asia didirikan oleh Wijaya Pambudi, yang memiliki latar belakang pendidikan musik dan pengalaman luas dalam industri kreatif. "Saat saya kembali ke Samarinda setelah studi di Yogyakarta, saya mendirikan Widi dengan fokus awal di industri musik. Saya menawarkan layanan rekaman, mixing, mastering, dan studio rental," ungkap pria yang karib disapa Jaya tersebut.

Awalnya, Jaya terlibat aktif dalam komunitas musik lokal yakni Mahakam jazz River. Akhirnya muncul kesempatan pertama Widi untuk menyelenggarakan event besar datang dengan keterlibatan dalam Selili Jazz pada 2019.

"Selili Jazz adalah langkah awal kami untuk beralih dari komunitas musik ke penyelenggaraan acara berskala lebih besar," kata Jaya.

Momentum besar bagi WIDI tiba pada 2022 ketika mereka dipercaya untuk menangani perayaan HUT Samarinda. "Ini adalah titik balik penting bagi kami. Dari situ, kami mulai banyak bekerja sama dengan instansi pemerintah dan perusahaan swasta, baik di Samarinda maupun Bontang," tambah Jaya. Proyek tersebut menandai awal dari kesuksesan Widi sebagai event organizer yang mampu menangani berbagai skala acara.

Dalam portofolio mereka, Widi mencatat beberapa pencapaian besar, termasuk konser Tur DEWA 19 yang merayakan 30 tahun keberadaan band legendaris tersebut. Konser ini tidak hanya sukses secara artistik tetapi juga finansial, dengan omset mencapai Rp 2,5 miliar dan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Konser DEWA 19 adalah salah satu proyek terbesar kami. Ini menunjukkan kapasitas kami dalam mengelola acara berskala besar, kami juga menjadi penyumbang PAD terbesar untuk skala konser pada waktu itu," jelas Wijaya.

Widi juga dikenal dengan proyek-proyek besar lainnya, seperti Samarinda Festival dan Suara Tepian, sebuah festival musik yang mereka rencanakan untuk dijadikan acara tahunan. "Samarinda Festival telah berlangsung selama tiga tahun dan setiap tahunnya kami selalu menghadirkan tema yang berbeda. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus membawa inovasi dan kreativitas dalam setiap acara," ujar Jaya.

Namun, perjalanan Widi tidak tanpa tantangan. Salah satu kendala terbesar yang mereka hadapi adalah perizinan. "Proses perizinan untuk menyelenggarakan acara memerlukan administrasi yang panjang dan melelahkan. Ini menjadi tantangan tersendiri," ungkap Jaya. Meski demikian, mereka tetap berusaha untuk mengatasi hambatan tersebut dan memberikan hasil yang terbaik.

Salah satu pengalaman terbesar yang pernah dihadapi Widi adalah memanajemen Rapat Koordinasi Pupuk Indonesia di Pulau Maratua, salah satu lokasi terpencil dan terluar Kaltim. "Mengorganisir acara di pulau dengan akses terbatas adalah pengalaman yang menantang. Kami harus memastikan seluruh aspek produksi dan logistik dapat terpenuhi dengan baik," jelas Jaya.

Jaya punya visi tersendiri untuk menjadikan Samarinda sebagai pusat kegiatan kreatif. Melalui Widi Kreasi Asia, dia terus berupaya untuk meningkatkan ekosistem industri kreatif di Kaltim. "Kami ingin Samarinda tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata tetapi juga sebagai destinasi event. Kami percaya bahwa dengan dukungan yang tepat, Kaltim dapat menjadi ikon acara yang menarik banyak pengunjung," kata Wijaya.

Namun ada salah satu hal yang disayangkannya. “Baru saja terlaksana Tur konser tunggal Sheila On 7 di Samarinda, dan sangat disayangkan pelaku EO-nya itu dari Jakarta. Dulu ada narasi kalau kita menjadi IKN jangan jadi penonton dan faktanya saya sendiri menjadi penonton,” sebutnya lalu tertawa tipis. Menurutnya konser itu  jadi contoh besar bahwa bisnis menjanjikan, asal didukung oleh berbagai pihak. 

Dengan rekam jejak yang impresif dan komitmen untuk menghadirkan inovasi dalam setiap acara, Widi Kreasi Asia membuktikan bahwa mereka adalah pemain utama dalam industri event organizer di Kaltim. Keberhasilan mereka menunjukkan bahwa dengan kreativitas, peluang di industri ini sangat menjanjikan. (rdh)

NASYA RAHAYA

@nasyarahaya

Editor : Muhammad Ridhuan
#industri kreatif #sheila on 7 #dewa 19 #musik #kaltim #samarinda #event organizer