Belum Masuk Bioskop, Avengers: Doomsday Sudah Raup Rp876 Miliar dari Tiket Presale

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 13:42 WIB
Avengers: Doomsday dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 Desember 2026. (FOTO: IST)
Avengers: Doomsday dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 Desember 2026. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Antusiasme penonton terhadap kembalinya Avengers ke layar lebar mulai terlihat jauh sebelum filmnya resmi diputar. Avengers: Doomsday dilaporkan telah mengumpulkan penjualan tiket presale domestik lebih dari US$50 juta atau sekitar Rp876,75 miliar.

Yang membuat pencapaian tersebut semakin mencolok, angka itu diraih sekitar tiga bulan sebelum film dijadwalkan tayang di bioskop, yakni 18 Desember 2026.

Informasi mengenai capaian presale tersebut disampaikan Chief Financial Officer (CFO) The Walt Disney Company, Hugh Johnston, dalam Goldman Sachs Communacopia + Technology Conference.

Baca Juga: Video Abah Setu Viral Diduga Hina Nabi Muhammad, Warga Geruduk Majelis Dzikir di Bekasi

Menurut Johnston, tingginya penjualan tiket menunjukkan besarnya perhatian penggemar terhadap film terbaru dalam waralaba Avengers. Setelah cukup lama tidak menghadirkan film Avengers di bioskop, Marvel Studios kini kembali mendapat respons besar dari pasar.

Tiket Layar Premium Jadi Andalan

Marvel Studios membuka penjualan tiket lebih awal sejak pertengahan Juli 2026. Peluncuran presale tersebut dilakukan berbarengan dengan diperkenalkannya trailer perdana film dalam ajang D23.

Pada tahap awal, tiket yang tersedia terutama ditujukan untuk penonton yang memilih format layar besar premium atau Premium Large Format (PLF).

Beberapa jaringan yang menyediakan format tersebut antara lain Dolby Cinema, Cinemark XD, dan Regal RPX. Penjualan kemudian diperluas ke jaringan bioskop dengan layar reguler.

Menariknya, sekitar 70 persen lebih transaksi presale sejauh ini berasal dari tiket untuk format PLF.

Laju penjualan tersebut juga disebut berada di atas pencapaian sejumlah film blockbuster Marvel lainnya jika dibandingkan pada periode yang sama sebelum pemutaran perdana.

Demam Avengers Merambah Disney+

Efek antusiasme terhadap Avengers: Doomsday tidak hanya terlihat dari penjualan tiket bioskop.

Disney juga mencatat peningkatan jumlah penonton film-film Marvel lama melalui layanan streaming Disney+. Sepanjang Agustus 2026, konten Marvel di platform tersebut mencatat total waktu tonton sekitar 420 juta jam.

Jumlah itu meningkat lebih dari 200 juta jam dibandingkan bulan sebelumnya. Data tersebut menjadi salah satu indikator bahwa perhatian publik terhadap Marvel Cinematic Universe (MCU) kembali menguat menjelang kehadiran film Avengers terbaru.

Berpotensi Raup Rp5,2 Triliun di Pekan Pertama

Meski prospeknya terlihat kuat, Avengers: Doomsday tetap menghadapi tantangan ketika masuk masa penayangan.

Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan layar bioskop. Film tersebut tidak akan menikmati kondisi seperti Avengers: Endgame pada 2019 yang memiliki ruang tayang sangat besar dengan persaingan relatif terbatas.

Kali ini, Avengers: Doomsday harus berbagi layar dengan film besar lainnya, termasuk Dune: Part Three, yang juga dijadwalkan hadir pada periode yang berdekatan.

Baca Juga: iPhone Duo Resmi Meluncur: HP Lipat Pertama Apple Dibanderol Rp35 Juta, Ini Spek Gacornya

Persaingan diperkirakan semakin ketat untuk mendapatkan layar premium, termasuk IMAX.

Kendati demikian, proyeksi awal industri masih menempatkan Avengers: Doomsday sebagai salah satu film dengan potensi pembukaan terbesar tahun ini. 

Pendapatan pekan pertama di pasar domestik diperkirakan berada di kisaran US$260 juta hingga US$300 juta, atau sekitar Rp4,55 triliun–Rp5,26 triliun.

Untuk debut global, film ini bahkan diproyeksikan berpeluang menembus US$1 miliar atau sekitar Rp17,53 triliun.

Editor : Uways Alqadrie
Avengers: Doomsday Dune Part Three avengers marvel studios marvel