Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Wajah Penghuni Awal IKN, Didominasi Laki-laki dan Pendatang Luar Daerah, Mana Saja?

Ari Arief • Sabtu, 20 Desember 2025 | 07:30 WIB

Ibu Kota Nusantara
Ibu Kota Nusantara

KALTIMPOST.ID,IKN-Berdasarkan hasil Pendataan Penduduk Ibu Kota Nusantara (PPIKN) tahun 2025, populasi di wilayah IKN kini menyentuh angka 147,43 ribu jiwa yang tersebar di 43.293 rumah tangga. Mayoritas penduduknya, yakni sekitar 67,91%, berada dalam rentang usia produktif.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa proporsi penduduk laki-laki lebih dominan dengan rasio jenis kelamin mencapai 106. Salah satu temuan unik dalam pendataan ini adalah keberadaan penduduk tertua, seorang wanita berusia 108 tahun asal Ujung Pandang yang lahir pada masa akhir Perang Dunia I.

Terkait dinamika migrasi, data menunjukkan tingkat mobilitas yang cukup tinggi. Yaitu, 41,16% warga IKN lahir di luar wilayah tersebut, 6,03% merupakan pendatang baru dalam kurun waktu lima tahun terakhir. rovinsi asal migran terbesar Kalimantan Timur (29,20%), Sulawesi Selatan (20,36%), dan Jawa Timur (12,91%).

Baca Juga: Intip Detail 6 Proyek Supervisi Infrastruktur Baru di IKN, Apa Saja?

Secara geografis, IKN mencakup bagian dari Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Konsentrasi penduduk terpadat (di atas 400 jiwa/km²) ditemukan di Desa Samboja Kuala, Desa Muara Jawa Ulu, Desa Muara Jawa Pesisir, Desa Telemow.

"Kawasan-kawasan padat ini perlu diprioritaskan dalam pengembangan infrastruktur serta penyediaan layanan publik dasar di masa mendatang," ujar Amalia.

Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial

Baca Juga: Otorita IKN Berikan Klarifikasi Terkait Pernyataan Basuki Hadimuljono Soal Perpindahan ASN

Dari sisi indikator kesehatan, angka kematian bayi berada di level 14-15 per 1.000 kelahiran, sementara angka kematian ibu tercatat sebesar 143 per 100.000 kelahiran. Menariknya, terjadi fenomena underachieved fertility di mana angka kelahiran aktual (2,14) lebih rendah dibandingkan rata-rata anak yang diinginkan (2,59).

Melalui metode geotagging, BPS juga memetakan beberapa tantangan fasilitas rumah tangga yang masih memerlukan perhatian khusus. Lantai tanah: 232 rumah tangga (0,54%), sanitasi: 142 rumah tangga (0,33%) belum memiliki fasilitas BAB mandiri, air bersih: 530 rumah tangga (1,22%) masih mengandalkan air hujan, kelistrikan: 49 rumah tangga (0,11%) belum teraliri listrik.

Hasil PPIKN 2025 ini diproyeksikan menjadi landasan krusial bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih akurat dan tepat sasaran bagi pembangunan berkelanjutan di ibu kota baru.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#warga #IKN #jawa timur #pendatang #laki-laki #sulawesi selatan #kalimantan timur