KALTIMPOST.ID,IKN-Ambisi menjadikan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota hutan (forest city) bukan sekadar slogan. Melalui langkah konkret, Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengundang partisipasi publik secara luas untuk terlibat langsung dalam menghijaukan kawasan pusat pemerintahan Indonesia di Kaltim.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa penghijauan di IKN harus bermuara pada gerakan bersama. Dalam kunjungannya di kawasan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) Sabtu (03/01), dia menekankan bahwa aksi ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang.
"Kami akan terus memacu aktivitas penanaman ini. Ini adalah ikhtiar kolektif kita untuk memastikan IKN menjadi kota yang hidup, tumbuh, dan kelak menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang," ujar Basuki.
Baca Juga: Kelola Rp 6 Triliun, Otorita IKN Perketat Pengawasan Lewat Pakta Integritas
Ia memimpikan agar menanam pohon tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan menyatu dalam identitas dan budaya masyarakat IKN. Tujuannya jelas yaitu membangun kota yang modern dan inklusif namun tetap selaras dan harmonis dengan alam.
Keanekaragaman Hayati di Jantung KIPP
Dalam aksi terbaru yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Plaza Yudikatif, sedikitnya 100 bibit pohon telah tertanam. Keunikan dari aksi ini adalah pemilihan jenis tanaman yang variatif, ada 13 spesies berbeda mencakup berbagai pohon kayu dan buah-buahan.
Di samping itu, tujuan menanam pohon Adalah untuk meemperkuat ekosistem hijau sekaligus memperkaya keanekaragaman hayati di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Baca Juga: Tinjau Progres IKN, Ratusan Mahasiswa Saksikan Langsung Transformasi Ibu Kota Masa Depan
Aksi hijau ini menarik perhatian masyarakat dari berbagai penjuru negeri. Sebanyak 142 peserta yang lolos pendaftaran daring bergabung dalam gerakan ini. Menariknya, mereka tidak hanya berasal dari kota sekitar seperti Balikpapan dan Samarinda, tetapi juga jauh dari luar Pulau Kalimantan, termasuk Medan dan Palembang.
Salah satu peserta, Edi Busrah, mengungkapkan motivasinya bergabung. Sebagai penggiat lingkungan, ia merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi nyata bagi paru-paru ibu kota baru. Baginya dan peserta lain, menanam pohon di IKN adalah simbol keterikatan emosional antara warga dengan ruang hidup yang tengah mereka bangun bersama.(*)
Editor : Thomas Priyandoko