KALTIMPOST.ID,IKN-Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) tengah mengebut pembangunan area pendidikan terpadu di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Proyek ini dirancang mencakup seluruh tingkatan sekolah, mulai dari SD hingga SMA, guna menyambut kepindahan aparatur sipil negara (ASN) dan warga umum ke ibu kota baru Republik Indonesia itu.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa penyediaan fasilitas pendidikan ini dilakukan serentak dengan pembangunan hunian dan layanan publik lainnya. Strategi ini diambil agar saat warga mulai menetap, sarana pendidikan sudah siap digunakan.
Basuki menjelaskan bahwa sinkronisasi pembangunan sangat krusial agar IKN tidak sekadar menjadi pusat birokrasi, tetapi juga lingkungan yang nyaman untuk ditinggali. Beberapa poin penting dalam pengembangan ini meliputi aksesibilitas, menghadirkan layanan pendidikan yang dekat dengan tempat tinggal untuk meminimalkan mobilitas harian.
Baca Juga: Otorita IKN Prioritaskan Ekonomi Kerakyatan Melalui Revitalisasi Pasar Sepaku
Berikutnya, kualitas sumber daya manusia dengan menciptakan ekosistem belajar yang unggul sebagai fondasi pembangunan manusia di masa depan. Lalu, kesiapan jadwal yaitu infrastruktur di KIPP difokuskan agar siap beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Basuki Hadimuljono mengatakan, bahwa salah satu pilar utama dalam zona pendidikan ini adalah SMA Taruna Nusantara. Sekolah tersebut diproyeksikan mulai membuka pendaftaran siswa pada tahun 2026. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda di Nusantara.
"Penyediaan layanan publik, khususnya sektor pendidikan, harus dipercepat agar target pengembangan IKN tetap berada pada jalur yang benar," kata Basuki Hadimuljono, menandaskan, Selasa, 6 Desember 2026.(*)
Editor : Thomas Priyandoko