KALTIMPOST.ID,IKN-Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menegaskan komitmen penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam melanjutkan pembangunan serta pemindahan ibu kota ke Nusantara.
Basuki menyatakan bahwa kepastian proyek ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan sudah menjadi garis kebijakan pemerintah yang tegas.
Hal tersebut ditegaskan Basuki saat menerima kunjungan akademik dari University of Maryland pada Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa visi Presiden Prabowo mengenai IKN telah disuarakan secara konsisten di berbagai forum internasional, termasuk dalam pertemuan G20.
Dia mengatakan, langkah diplomasi ini sekaligus menjadi jawaban pemerintah untuk menghapus keraguan pasar dan investor mengenai keberlanjutan proyek ambisius ini di masa transisi kepemimpinan.
"Presiden Prabowo sudah sangat jelas menyatakan komitmennya terhadap Nusantara di berbagai panggung dunia. Oleh karena itu, saya mengundang semua pihak untuk meninjau langsung progres di lapangan," kata Basuki Hadimuljono, dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (11/1).
Dia menjelaskan, besarnya minat publik terhadap ibu kota baru ini juga terlihat dari statistik kunjungan.
Selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, tercatat lebih dari 300.000 orang datang mengunjungi kawasan IKN di Kalimantan Timur.
Untuk mendukung keberlanjutan pembangunan tahun ini, Basuki Hadimuljono menegaskan, bahwa OIKN telah mengantongi pagu anggaran tahun anggaran (TA) 2026 sebesar Rp 6 triliun.
Alokasi dana tersebut akan difokuskan pada penguatan infrastruktur serta pengembangan ekosistem kota agar lebih mapan.
Baca Juga: Harga Emas UBS dan Galeri24 Naik Lagi, Cek Segera di Gerai Pegadaian Hari Ini
Meski rincian paket pekerjaan tahun ini masih dalam tahap finalisasi, Basuki berpesan agar seluruh jajarannya mengedepankan integritas dalam penggunaan anggaran.
"Pemanfaatan uang negara ini harus dilakukan sebaik-baiknya. Saya mengingatkan agar seluruh pihak menjaga amanah ini dan menjauhkan diri dari segala bentuk konflik kepentingan," tegasnya.(*)
Editor : Dwi Puspitarini