KALTIMPOST.ID, IKN-Upaya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota masa depan yang berkelanjutan semakin diperkuat dengan hadirnya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Otorita IKN (OIKN) dan Keluarga Alumni UGM (Kagama) resmi meluluskan 39 pegawai OIKN dalam Program Pelatihan Khusus "Otorita IKN x UGM Online," Rabu (21/1).
Program intensif yang berlangsung sejak akhir 2025 ini dirancang khusus (tailor-made) untuk membekali para birokrat IKN dengan keahlian multidisiplin.
Daniel Oscar Baskoro, Penasihat Senior OIKN di bidang Enterprise Architecture dan Teknologi, mengungkapkan bahwa pelatihan ini melampaui standar birokrasi biasa.
"Para peserta mendalami tujuh pilar utama yang menjadi identitas Nusantara, mulai dari Arsitektur Hijau, Perubahan Iklim, Antropologi Ekologi, hingga Technopreneurship dan Tata Kelola Digital," jelas Daniel dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1).
Baca Juga: Babak Baru Pemindahan ASN ke IKN, Men-PANRB Mulai Seleksi Instansi yang Wajib Pindah Lebih Dulu
Ia menambahkan, modul Arsitektur Hijau menjadi yang paling diminati dengan tingkat penyelesaian mencapai hampir 90 persen.
Hal ini membuktikan komitmen jajaran OIKN terhadap standar bangunan ramah lingkungan demi mewujudkan visi Net Zero Emission.
Selain itu, aspek humanis tetap diperhatikan melalui modul Antropologi Ekologi agar pembangunan fisik tetap selaras dengan harmoni sosial setempat.
Sinergi Akademisi dan Pemerintah
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan perwujudan ekosistem kolaborasi Triple Helix.
UGM berperan sebagai mitra strategis yang tidak hanya memberikan materi di kelas daring, tetapi juga menyediakan laboratorium alam melalui Hutan Pendidikan Wanagama Nusantara seluas 621 hektare di kawasan IKN.
“UGM berkomitmen penuh mendukung transformasi IKN menjadi Smart Forest City. Keberhasilan pelatihan ini membuktikan bahwa kita membangun Nusantara tidak hanya melalui infrastruktur fisik, tetapi juga lewat gagasan dan pengembangan kapasitas SDM yang berbasis ilmu pengetahuan,” tegas Prof. Ova.
Baca Juga: Suara Hati Dayak Paser, IKN Tak Boleh Abaikan Hak Adat!
Transformasi Digital dan Kebijakan Berbasis Data
Dari sisi birokrasi, Direktur Kajian Inovasi Akademik UGM, Dr. Hatma Suryoatmojo, menekankan pentingnya penguasaan Big Data dan Digital Government.
Pelatihan ini mendorong para staf OIKN untuk bergeser dari pengambilan keputusan berbasis intuisi menuju analisis data yang preskriptif dan transparan.
"Kami melatih para peserta agar mampu menggunakan data dalam setiap kebijakan, sehingga tata kelola pemerintahan di IKN benar-benar cerdas dan modern," kata Hatma.
Ke depannya, kolaborasi ini direncanakan akan semakin luas. Selain program daring, kedua pihak akan memperkuat riset lapangan di Wanagama Nusantara guna memastikan setiap kebijakan di IKN memiliki landasan akademis yang kuat dan teruji secara nyata.(*)
Editor : Almasrifah