KALTIMPOST.ID,IKN-Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) dipandang sebagai peluang emas bagi masyarakat Dayak untuk memacu kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT), Syaharie Jaang, dalam Musyawarah Besar (Mubes) VII PDKT yang digelar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Menurut mantan wali kota Samarinda tersebut, IKN adalah titik balik strategis bagi warga lokal untuk terlibat langsung dalam pembangunan nasional. Ia menekankan pentingnya kesiapan diri melalui jalur edukasi.
"Tanpa bekal pendidikan dan kualitas yang mumpuni, masyarakat lokal berisiko tersisih di tanah kelahirannya sendiri," ujar Syaharie.
Baca Juga: Warga Balikpapan Utara Keluhkan Banjir Akibat Proyek Tol IKN, Begini Respons Dinas PU
Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, yang turut hadir dalam acara tersebut, menilai Mubes PDKT sebagai wadah krusial untuk memperkokoh posisi masyarakat adat dalam struktur sosial Kalimantan Timur.
Di sisi lain, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memaparkan poin-poin penting terkait keterlibatan warga lokal. Target mulai 2028 menjadikan IKN sebagai pusat politik nasional. Partisipasi kerja diuraikannya saat ini, sekitar 30% staf Otorita IKN merupakan putra daerah Kalimantan Timur.
Di luar itu, lanjut dia, IKN Adalah pusat kebudayaan. Ia mengatakan, bahwa pemerintah tengah merancang ruang publik yang didedikasikan untuk pelestarian budaya lokal. Basuki berkomitmen agar masyarakat adat tidak hanya menjadi saksi bisu atau penerima manfaat pasif, melainkan menjadi aktor utama dalam pembangunan yang inklusif.
Melalui sinergi ini, peningkatan kompetensi warga lokal diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan visi Indonesia Emas di masa depan.(*)
Editor : Thomas Priyandoko