KALTIMPOST.ID,IKN-Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bergerak cepat menjaga daya beli masyarakat di wilayah penyangga IKN menjelang Idulfitri 1447 H. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar Murah, pasokan bahan pokok disebar di empat kecamatan sejak 4 hingga 11 Maret 2026.
Langkah ini diambil untuk memastikan warga di sekitar kawasan inti pemerintahan tidak tercekik kenaikan harga yang biasanya terjadi menjelang hari raya. Lokasi pelaksanaan pun disebar secara merata, mulai dari halaman Masjid Jami Nurul Huda (Samboja), halaman Kantor Kecamatan Samboja Barat, Lapangan Sudirman (Muara Jawa), Kutai Kartanegara hingga Masjid Nurul Islam di Desa Argomulyo (Sepaku), Penajam Paser Utara.
Direktur Ketahanan Pangan OIKN, Setia Lenggono, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk menjaga stabilitas pasokan pangan. "Kami ingin masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan lebih tenang tanpa harus terbebani harga bahan pokok yang melambung. Ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan kebutuhan dapur dengan harga di bawah pasar," ungkap Setia.
Baca Juga: Babak Baru Transisi IKN, Pemerintah Diminta Tak Ulur Waktu Terbitkan Keppres
Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme warga yang luar biasa. Berbagai komoditas mulai dari beras, minyak goreng, sayur-mayur, ikan, ayam, telur, hingga gas elpiji 3 kilogram ludes diserbu pembeli.
Selisih harga yang cukup signifikan menjadi daya tarik utama. Sri, salah seorang warga Samboja Barat, mengungkapkan kegembiraannya saat mengantre gas elpiji. "Sangat terasa bedanya. Biasanya di eceran saya beli Rp 30 ribu, di sini cuma Rp 20 ribu per tabung. Penghematan ini sangat berarti untuk ibu rumah tangga seperti saya," tuturnya sembari menunjukkan tabung gas hijaunya.
Senada dengan Sri, Meri yang datang ke lokasi operasi pasar di Muara Jawa berharap agenda serupa tidak hanya menjadi program musiman menjelang hari besar. "Harapan kami warga kecil, kalau bisa kegiatan seperti ini sering-sering diadakan. Benar-benar membantu meringankan pengeluaran," harapnya.
Program GPM ini dijadwalkan akan terus dievaluasi guna memastikan ketahanan pangan di wilayah lingkar IKN tetap terjaga, seiring dengan meningkatnya aktivitas pembangunan dan jumlah penduduk di kawasan tersebut.(*)
Editor : Thomas Priyandoko