KALTIMPOST.ID,IKN-Ada yang berbeda dari wajah kunjungan wisata di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada momentum libur panjang Jumat Agung dan Paskah pekan ini.
Tak lagi sekadar berfoto di depan ikon-ikon infrastruktur, masyarakat kini berkesempatan "menitipkan" masa depan hijau lewat aksi penanaman pohon.
Inisiatif ini digulirkan oleh Otorita IKN (OIKN) di area Miniatur Hutan Hujan Tropis (MHHT) yang berlokasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Baca Juga: Porprov Kaltim 2026: Kutim Siap Bantu Venue Jika Fasilitas di Paser Belum Siap
Program ini menjadi cara OIKN memperkenalkan filosofi pembangunan Nusantara yang selaras dengan alam secara langsung kepada publik.
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, kepada media massa, menjelaskan bahwa agenda ini dirancang untuk menciptakan keterikatan emosional antara warga dan ibu kota barunya.
“Kami ingin masyarakat tidak sekadar datang sebagai penonton. Lewat menanam pohon, muncul rasa memiliki (sense of belonging) terhadap Nusantara,” ungkap Troy, Jumat (3/4).
Pendaftaran Lewat Aplikasi IKNOW
Bagi masyarakat yang berminat, program penghijauan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 April 2026.
Namun, mengingat tingginya antusiasme, penyelenggara membatasi kuota hanya untuk 150 peserta per hari.
Baca Juga: Isu Harga BBM Naik Beredar, Disperindag Kutim Minta SPBU Perketat Penjualan
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi IKNOW. Biaya gratis dan terbuka untuk kategori keluarga maupun komunitas. Peserta akan diajak menyusuri kawasan MHHT sekaligus melakukan penanaman bibit pohon di lokasi yang telah disediakan.
Persiapan dan Aturan Main
Mengingat aktivitas dilakukan di area terbuka, panitia mengimbau peserta untuk memperhatikan kondisi fisik dan membawa perlengkapan pribadi seperti topi dan payung, botol minum (tumbler) pribadi.
Langkah membawa botol minum sendiri merupakan bagian dari kampanye pengurangan sampah plastik di wilayah IKN.
Baca Juga: Neneng Chamelia Dilantik Jadi Sekkot, Samarinda Catat Sejarah Terapkan Manajemen Talenta
Selain itu, para peserta diwajibkan sudah berkumpul di rest area paling lambat pukul 08.00 Wita. Dari titik kumpul tersebut, panitia telah menyiapkan bus khusus yang akan mengantar rombongan menuju lokasi penanaman.
Melalui langkah sederhana ini, kunjungan ke IKN diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak digital di media sosial, tetapi juga jejak nyata bagi keberlanjutan lingkungan kota masa depan.(*)
Editor : Thomas Priyandoko