Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

OIKN Gandeng 22 Perusahaan Konstruksi, Basuki: Jangan Main-Main dengan Kualitas IKN

Khairul Anwar • Kamis, 23 April 2026 | 15:43 WIB
ICAN: Kepala OIKN Basuki Hadimuljono berada di tengah-tengah agenda Building and Construction Business Matching bersama Indonesia Construction Arachitecture Network (ICAN).(oikn/kp)
ICAN: Kepala OIKN Basuki Hadimuljono berada di tengah-tengah agenda Building and Construction Business Matching bersama Indonesia Construction Architecture Network (ICAN).(oikn/kp)

KALTIMPOST.ID, IKN – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terus memacu standar pembangunan di kawasan Nusantara. Melalui agenda Building and Construction Business Matching yang digelar bersama Indonesia Construction Architecture Network (ICAN), OIKN mempertemukan puluhan pelaku industri konstruksi untuk memastikan teknologi terbaru masuk ke IKN.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bersama 3 IKN, baru-baru ini, diikuti sedikitnya 22 perusahaan bidang konstruksi dan material bangunan. Forum ini menjadi jembatan strategis antara kebutuhan pembangunan IKN dengan inovasi teknologi konstruksi terkini.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, dalam arahannya menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota baru bukan sekadar proyek fisik biasa. Ia meminta seluruh vendor dan kontraktor memiliki jiwa tanggung jawab yang tinggi.

Baca Juga: Wajah Baru Kawasan Legislatif-Yudikatif IKN, Desain Final Diteken Prabowo, Target Rampung 2027

“Mari kita saling mendukung, betul-betul harus menjiwai untuk bekerja di IKN. Kita bekerja di sini atas dasar tugas, hati, dan tanggung jawab. Jangan main-main, saya ingin kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan yang utama,” tegas Basuki di hadapan para pelaku usaha seperti dikutip Kamis (23/4).

Mantan Menteri PUPR ini berharap infrastruktur di Nusantara menjadi benchmark atau contoh bagi pembangunan di daerah lain. Tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga prima dalam kualitas layanan.

“Di sini Anda tidak hanya menjual produk berkualitas tinggi, tetapi juga menjual pelayanan yang lebih baik. IKN harus menjadi contoh membangun infrastruktur yang lebih baik,” lanjutnya.

Baca Juga: Jaga Marwah IKN dari Pintu Penajam, Kemenag Bedah Titik Temu Paham Keagamaan

Selain aspek teknis, Basuki juga mendorong perusahaan yang terlibat untuk memberikan dampak nyata bagi warga lokal, termasuk membuka peluang lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat di sekitar kawasan Nusantara.

Senada dengan itu, Deputi Sarana Prasarana OIKN, Aswin G. Sukahar, menjelaskan bahwa IKN adalah "etalase" teknologi konstruksi masa depan. Ia menantang para pengusaha untuk tidak sekadar menawarkan produk yang sudah ada, tetapi terus berinovasi.

“Teknologi tidak berhenti pada produk kemarin. Anda punya tantangan menghadirkan produk yang lebih baik. IKN adalah etalase luar biasa, Ibu Kota kita bersama yang harus dikembangkan dengan layanan terbaik,” ujar Aswin.

Pendekatan ini menegaskan bahwa pembangunan Nusantara menjadi momentum transformasi industri konstruksi nasional. Fokusnya jelas: kualitas produk, inovasi teknologi, dan adaptasi terhadap standar tinggi yang telah ditetapkan. (*)

Editor : Almasrifah
#Perusahaan Konstruksi #ICAN #IKN #basuki hadimuljono #pembangunan ikn