Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

  OIKN Siapkan Peta Jalan Pendidikan Khusus, Prioritaskan Kualitas Pengajar dan Bakat Siswa

Ari Arief • Rabu, 6 Mei 2026 | 16:55 WIB
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat, OIKN, Alimuddin.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat, OIKN, Alimuddin.

KALTIMPOST.ID, - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melalui Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat, Alimuddin, menegaskan komitmen untuk melakukan percepatan peningkatan mutu pendidikan di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Hal ini diwujudkan melalui penyusunan peta jalan pendidikan mandiri yang memiliki karakteristik berbeda dari pemerintah daerah pada umumnya.

Alimuddin menjelaskan bahwa fokus utama dalam pengembangan pendidikan di IKN bukan sekadar pada aspek akademis semata, tetapi pada penanganan delapan kecerdasan anak secara menyeluruh.

Lembaga pendidikan di IKN didorong untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa guna menggali bakat dan minat mereka, meskipun pendidikan formal tetap berjalan sebagai landasan utama.

"Tempat belajar bukan lagi menjadi hal yang nomor satu. Tenaga pengajar atau guru yang menjadi prioritas utama. Kami mencari pengajar layaknya 'koki mumpuni' yang mampu mengolah bahan apa saja menjadi sajian yang baik," kata Alimuddin dalam keterangannya, Rabu (6/5).

Oleh karena itu, lanjut mantan kepala Dinas Pendidikan Pemudan dan Olahraga (Disdikpora) PPU itu, OIKN menerapkan standar rekrutmen yang ketat bagi guru dan kepala sekolah.

Alimuddin menekankan pentingnya strong leadership bagi para pemimpin sekolah untuk memecahkan berbagai persoalan dalam ekosistem pembelajaran.

Ia juga menyoroti perubahan peran pengawas sekolah yang kini difungsikan sebagai pendamping atau coach, bukan sekadar pemantau (watch).

Dikatakannya, terkait status kelembagaan, sekolah-sekolah di IKN kini telah terdaftar sebagai Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), mulai jenjang PAUD hingga SMA.

Fasilitas pendukung seperti sarana olahraga dan seni juga telah disiapkan untuk mendukung kurikulum yang berdiferensiasi.

"Pendidikan kita akan berpihak pada kebutuhan siswa, bukan kebutuhan sekolah atau guru. Lulusan SMA di IKN nantinya tidak hanya memegang ijazah, tetapi juga memiliki soft skill dan keterampilan khusus yang siap bersaing," tambahnya.

Lebih lanjut, OIKN juga berencana menghadirkan tenaga ahli dari berbagai bidang ke dalam kelas untuk memberikan gambaran riil mengenai dunia kerja, seperti dokter bagi siswa yang berminat di bidang kesehatan atau pengusaha sukses untuk mendampingi calon wirausahawan.

Saat ini, sekitar 100 anak di sekitar kawasan IKN sedang menjalani program pendidikan bahasa Inggris intensif untuk mempersiapkan komunikasi dua arah dalam lingkungan sekolah berstandar internasional yang akan menggunakan kurikulum seperti Cambridge atau IB Curriculum.

Editor : Hernawati
#pemerintah daerah #lembaga pendidikan #pendidikan #mutu pendidikan