Disuntik AI Gemini, Chrome Kini Makin Galak Deteksi Situs Penipuan dan Malware

Ari Arief • Dipublikasikan Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:11 WIB
Google Chrome kini lebih sakti setelah disuntik AI Gemini untuk mengendus penipuan.(generate ai)
Google Chrome kini lebih sakti setelah disuntik AI Gemini untuk mengendus situs penipuan.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Pengguna peramban Google Chrome kini mendapatkan lapisan pertahanan baru dari jeratan modus penipuan daring. Google resmi memperbarui sistem keamanan Safe Browsing melalui fitur Enhanced Protection dengan menghadirkan kategori peringatan khusus dan integrasi teknologi kecerdasan buatan Gemini.

Langkah ini dirancang untuk membedakan tingkat ancaman siber secara lebih spesifik, yakni memilah antara situs mencurigakan dan situs berbahaya. Pendekatan tersebut mempermudah warganet menakar risiko sebelum memutuskan terus berselancar di internet.

Baca Juga: Akurasi Diagnosis Tembus 83 Persen, Sistem AI Microsoft Ungguli Dokter Umum

Pada situs yang masuk kategori mencurigakan, Chrome akan memunculkan peringatan baru dengan ikon, warna, dan teks khusus. Peringatan ini menyasar situs web yang memperlihatkan gelagat penipuan, kendati tingkat kepastian ancamannya masih berada di level menengah.

Sebaliknya, laman yang sudah terkonfirmasi berbahaya tetap memicu layar merah pekat yang memblokir hampir seluruh tampilan peramban. Tampilan blokir total ini menjadi benteng utama agar pengguna tidak langsung terpapar risiko kejahatan siber berintensitas tinggi.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Jebol ke Bawah US$ 4.000, Catat Rekor Pelemahan Mingguan Terdalam

Kekuatan utama pembaruan ini bertumpu pada kehadiran AI Gemini yang dioperasikan langsung melalui peladen (server) Google. Kecerdasan buatan tersebut bertugas membedah pola penipuan, seperti situs yang menjiplak jenama resmi, termasuk modus pembaruan peramban tiruan dan laman antivirus palsu.

Sistem Safe Browsing memadukan analisis Gemini dengan data reputasi domain serta berbagai sinyal keamanan jaringan. Bila sebelumnya kemampuan deteksi berbasis AI ini hanya terbatas pada perangkat tertentu, kini seluruh pengguna yang mengaktifkan Enhanced Protection dapat merasakannya.

Baca Juga: Rintik PPU Raih Kategori Istimewa Calon Percontohan Desa Antikorupsi 2026

Google mengklaim pengguna fitur Enhanced Protection sepuluh kali lebih aman dari serangan phishing, rekayasa sosial, manipulasi notifikasi, hingga modus penipuan siber lain dibanding perlindungan standar. Angka klaim tersebut merujuk pada rasio rata-rata kemunculan peringatan keamanan, bukan pengukuran independen atas penurunan risiko peretasan.

Perusahaan teknologi ini menegaskan data pengguna tetap aman selama proses verifikasi situs berlangsung. Konten halaman web hanya dikirim ke peladen jika sistem mendeteksi indikasi penipuan berkeyakinan tinggi, serta diproses secara sementara tanpa disimpan, dicatat, atau digunakan melatih model AI.

Baca Juga: Moncer di Survei Kandidat Pilpres 2029, Dedi Mulyadi Dinilai Terganjal Sosok Prabowo

Selain memberantas situs tiruan, Chrome memperketat pertahanan dari serangan siber bermodus ClickFix. Skema ClickFix kerap memperdaya korban untuk menyalin dan mengeksekusi baris perintah tertentu di komputer dengan dalih membetulkan eror sistem, padahal perintah itu disusupi perangkat perusak (malware).

Ketika pengguna menyalin baris perintah yang mencurigakan, Safe Browsing otomatis memeriksa isinya setelah menyaring seluruh informasi pribadi. Peringatan bahaya akan langsung terpicu jika baris perintah tersebut dinilai membahayakan perangkat.

Baca Juga: Oppo Reno17 Pro Segera Rilis, Ini Bocoran Fitur Utama dan Baterai Jumbo 7.000 mAh

Fitur perlindungan ekstra ini dapat diaktifkan manual lewat menu Setelan di aplikasi Chrome. Pengguna cukup membuka opsi Privasi dan keamanan, masuk ke menu Keamanan, lalu memilih Perlindungan yang ditingkatkan (Enhanced Protection) pada kolom Safe Browsing.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
gemini google chrome ai