Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Akurasi Diagnosis Tembus 83 Persen, Sistem AI Microsoft Ungguli Dokter Umum

A
Penulis: Ari Arief❯
Ilustrasi dokter menunjuk sistem kecerdasan buatan teranyar buatan Microsoft, AI Diagnostic Orchestrator (MAI-DxO), menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mendiagnosis kasus medis kompleks.(generate ai)
Ilustrasi dokter menunjuk sistem kecerdasan buatan teranyar buatan Microsoft, AI Diagnostic Orchestrator (MAI-DxO), menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mendiagnosis kasus medis kompleks.(generate ai)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Sistem kecerdasan buatan teranyar buatan Microsoft, AI Diagnostic Orchestrator (MAI-DxO), menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mendiagnosis kasus medis kompleks. Dalam serangkaian pengujian, teknologi ini terbukti melampaui tingkat akurasi dokter umum serta berpotensi memangkas biaya pemeriksaan secara signifikan.

Laporan riset yang dimuat dalam jurnal ilmiah Science memaparkan keunggulan MAI-DxO saat diuji memakai studi kasus The New England Journal of Medicine. Sistem AI ini mencatatkan akurasi diagnosis mencapai 83,2 persen. Angka tersebut melesat jauh melampaui dokter umum dengan akses bahan referensi yang hanya meraih 36,1 persen, atau dokter tanpa referensi yang mencatatkan akurasi 22 persen.

Keunggulan serupa terlihat pada pengujian kasus pasien instalasi gawat darurat (IGD). MAI-DxO sukses mencetak tingkat akurasi hingga 80,3 persen, sementara dokter umum berada di posisi 46,8 persen. Performa terbaik sistem ini tercatat ketika beroperasi menggunakan model GPT-5 dari OpenAI, serta memperlihatkan peningkatan lanjutan saat dipadukan dengan GPT-5.5.

Tidak langsung menyimpulkan seluruh gejala secara instan, MAI-DxO bekerja bertahap layaknya tenaga medis profesional. Sistem memulai telaah dari keluhan utama pasien, lalu menyusun pertanyaan lanjutan dan memilih tes yang relevan. Mekanisme ini digerakkan oleh beberapa agen AI yang bertugas menyodorkan opsi penyakit, memverifikasi asumsi klinis, hingga menimbang efisiensi biaya pemeriksaan.

Menurut para peneliti, pembagian peran antar-agen AI tersebut efektif meredam bias diagnosis. Sistem dirancang agar tidak terpaku pada dugaan awal semata atau melewatkan indikasi penyakit lain. Pendekatan terukur ini juga diestimasi mampu menekan biaya prosedur hingga setengah atau sepertiga dari biaya pembanding berkat pengurangan tes yang tidak perlu, kendati angka ini masih sebatas simulasi.

Kendati hasil pengujian tampak impresif, para ilmuwan menegaskan teknologi ini masih membutuhkan pembuktian nyata di lapangan medis. Microsoft berencana menggelar uji klinis langsung di Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, Amerika Serikat, dalam beberapa bulan ke depan guna memantau efektivitasnya menangani pasien riil.

Peneliti juga memproyeksikan jarak selisih akurasi akan mengecil jika sistem dihadapkan dengan dokter spesialis. Selain itu, aspek pertanggungjawaban hukum jika terjadi kekeliruan diagnosis tetap menjadi sorotan utama. Karena itu, validasi klinis mendalam serta pengawasan ketat tenaga medis mutlak diperlukan sebelum MAI-DxO diterapkan secara luas di fasilitas kesehatan.(*)

Advertisement
Editor : Thomas Priyandoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Microsoft Tawarkan Program PHK Sukarela bagi 60.000 Karyawan, Segini Besaran Pesangonnya

Microsoft Tawarkan Program PHK Sukarela bagi 60.000 Karyawan, Segini Besaran Pesangonnya

Microsoft membuka program PHK sukarela bagi 60.000 karyawan. Besaran pesangon ditentukan masa kerja dan level jabatan masing-masing.

Ingin Tulang Kuat? Intip 7 Pilihan Makanan Ramah Penderita Osteoporosis

Ingin Tulang Kuat? Intip 7 Pilihan Makanan Ramah Penderita Osteoporosis

Jaga kesehatan tulang sejak dini! Konsumsi 7 makanan bernutrisi seperti susu, ikan, dan sayur hijau untuk cegah osteoporosis.

Payudara Nyeri Menjelang Menstruasi, Haruskah Khawatir Kanker? Ini Penjelasan Dokter Spesialis

Payudara Nyeri Menjelang Menstruasi, Haruskah Khawatir Kanker? Ini Penjelasan Dokter Spesialis

Nyeri payudara menjelang haid umum terjadi akibat perubahan hormon. Namun, waspadai jika disertai benjolan dan segera lakukan SADANIS.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer