Tiga di Kelurahan Lempake, yakni SD 011; SD 009; dan SD 005. Lalu dua SD di Kelurahan Sungai Pinang, SD 005 dan SD 014.
Antusias para murid begitu terasa ketika program unggulan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka itu diuji coba di SD 011 Lempake, Samarinda Utara.
Sajian yang diberikan kepada para murid SD itu berisi ayam goreng krispi, sayur, pisang, hingga susu ultra-high temperature (UHT).
Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran yang juga Dewan Pembina DPP ADIL Budiman Sudjatmiko hadir dalam kegiatan tersebut.
Dia menuturkan, program makan bergizi ini diinisiasi DPP ADIL untuk bersinergi dengan program presiden dan wakil presiden terpilih tersebut.
“Ini sebagai pemicu untuk hadirnya keterlibatan masyarakat dan bakal menjadi langkah awal sesuatu yang lebih besar,” ucapnya.
ADIL, lanjut dia, merupakan sebuah organisasi masyarakat yang berisi berbagai kalangan, dari pengusaha hingga intelektual muda.
Memang lima SD di Samarinda ini menjadi daerah percontohan inisiasi keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan makan bergizi gratis bagi siswa-siswi.
Sinergi serupa akan turut hadir di daerah lain, tak hanya di Kaltim. “Pastinya menyebar ke seluruh provinsi se-Indonesia. Setelah ini ke Bangka Belitung,” imbuhnya.
Kegiatan ini, disebut Aktivis 98 ini, jangan dilihat sekadar memberi makan siang gratis namun lebih mengarah pada upaya membangun generasi sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.
Selain itu, kegiatan ini juga bisa menjadi contoh pentingnya kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan swasta dalam memastikan keberlanjutan program tersebut.
Dengan begitu, program populis yang diusung Prabowo-Gibran tersebut tak akan berpangku tangan pada APBN.
“Tapi juga terselip peran serta masyarakat mampu. Program ini perlu diperluas dan harus ada partisipasi masyarakat mampu. Tak melulu bergantung anggaran negara,” katanya.
Dalam kacamatanya, dari kegiatan yang berjalan tersebut dapat dilihat jika siswa-siswi bahagia dan antusias akan pemberian makan bergizi gratis ini.
“Meski ada yang masih malu-malu. Anak-anak yang bahagia, tumbuh dengan optimisme dan mental yang sehat, akan menjadi generasi yang membawa masa depan lebih baik bagi Indonesia,” pungkasnya. (*)
Editor : Almasrifah