Kabar gembira datang dari sektor pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Estimasi panen padi tahun ini diprediksi bakal memenuhi kebutuhan beras hingga beberapa bulan ke depan.
PENAJAM–Berdasarkan data dari Dinas Pertanian PPU, hingga, Jumat (15/3) padi yang telah dipanen seluas 149 hektare. Dari luas tersebut, diperoleh 536.4 ton gabah kering panen (GKP) atau setara dengan 321,84 ton beras.
Pada Maret ini, diperkirakan panen padi akan semakin meningkat. Luas panen diprediksi mencapai 3.233 hektare, menghasilkan 10.345.6 ton GKP atau setara dengan 6.207 ton beras. Angka ini jauh di atas kebutuhan beras bulanan di PPU yang hanya sekitar 367 ton. Hal ini menunjukkan bahwa panen padi tahun ini akan mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat PPU dan bahkan surplus untuk dipasarkan ke daerah lain.
Kepala Dinas Pertanian PPU Andi Trasodiharto, mengatakan bahwa panen padi tahun ini merupakan hasil kerja keras para petani dan dukungan pemerintah daerah. “Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan produksi padi di PPU melalui berbagai program, seperti bantuan benih, pupuk, dan alat mesin pertanian,” kata Kepala Dinas Pertanian PPU Andi Trasodiharto saat dihubungi Kaltim Post, Jumat (15/3). Dia berharap panen padi yang melimpah ini dapat meningkatkan kesejahteraan para petani dan ketahanan pangan di PPU.
Dia yang sebelumnya menjabat kepala Dinas Perikanan dan dimutasi menjadi kepala Dinas Perikanan terhitung Jumat (23/2) lalu itu mulai menggagas upaya meningkatkan intensifikasi petani padi di daerah ini. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produksi padi dan kesejahteraan para petani. Dia menyebut, beberapa upaya yang dilakukan oleh Dinas Pertanian PPU antara lain, penyuluhan dan pelatihan secara rutin bagi para petani untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan baru dalam budi daya padi.
Kemudian, bantuan benih dan pupuk bersubsidi kepada para petani untuk membantu mereka dalam meningkatkan produksi padi. Selanjutnya, pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) seperti traktor dan mesin panen padi untuk membantu para petani dalam mengolah lahan dan memanen padi. Tak kalah pentingnya, lanjut dia, adalah pembangunan infrastruktur pertanian seperti jaringan irigasi dan embung untuk membantu para petani dalam mendapatkan air untuk mengairi tanaman padi mereka.
Selain itu, Dinas Pertanian PPU juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak seperti perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan perusahaan swasta untuk mendapatkan dukungan dalam meningkatkan intensifikasi petani padi di PPU. Andi Trasodiharto mengatakan bahwa upaya-upaya yang dilakukan oleh Dinas Pertanian PPU diharapkan dapat menunjukkan hasil yang positif. Diharapkannya pula, dengan semakin meningkatnya intensifikasi petani padi, produksi padi di PPU dapat terus meningkat dan kesejahteraan para petani dapat semakin terjamin. (far)
ARI ARIEF
ari.arief@kaltimpost.co.id
Editor : Faroq Zamzami