Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Distribusi Air Keruh dan Mati, Perumda Kuras Lumpur, Layanan Normal Jumat

Ari Arief • Jumat, 26 April 2024 | 08:51 WIB

KURAS BAK: Petugas Perumda AMDT PPU tampak menguras lumpur yang masuk pada bak penampungan air baku. Akibatnya, layanan ke masyarakat jadi terganggu.
KURAS BAK: Petugas Perumda AMDT PPU tampak menguras lumpur yang masuk pada bak penampungan air baku. Akibatnya, layanan ke masyarakat jadi terganggu.


Pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) Penajam Paser Utara (PPU) di Penajam mengeluhkan distribusi air bersih yang mereka terima dalam dua hari terakhir ini.


PENAJAM-Keluhan pertama adalah air yang diterima berwarna keruh. Hal ini diperparah lagi dengan distribusi air bersih yang mati total pada Kamis (25/4).

“Setelah air berwarna keruh, sekarang malah mati total,” kata seorang pelanggan di Penajam, saat menghubungi Kaltim Post, Kamis (25/4).


Warga merasa heran karena dalam dua hari ini di wilayah Penajam turun hujan sangat deras, sehingga tidak ada alasan bagi Perumda AMDT PPU untuk menghentikan layanan air bersih ke pelanggan akibat kekurangan air baku.

“Biasanya, Perumda AMDT PPU menghentikan layanan air bersih karena musim kemarau atau persediaan air baku habis,” ujarnya.

Namun, keluhan itu ternyata tidak sama dengan warga lainnya. Dimas Lintar Anugerah, warga pelanggan Perumda AMDT PPU di Jalan Propinsi, Km 4, Nenang, Penajam, PPU, Kamis (25/4) mengatakan, air masih mengalir, meski kecil.

“Di rumah saya air masih mengalir walau tidak sekencang biasanya,” kata Dimas Lintar Anugerah. Ia menambahkan, sejak Kamis (25/4) air berwarna keruh. “Ya, tidak teramat keruh, sih. Masih bisa dipakai untuk keperluan mandi,” katanya.

Direktur Perumda AMDT PPU Abdul Rasyid, Kamis (25/4) membenarkan adanya keluhan dari sejumlah pelanggan itu. Pihaknya selama sehari, Kamis (25/4) sedang meningkatkan kualitas air bersih ke pelanggan.

“Betul, kami matikan mesin untuk menguras lumpur yang masuk karena air baku pekat akibat curah hujan tinggi di hulu,” kata Abdul Rasyid. Dia mengatakan telah mengeluarkan pengumuman sebelum melakukan aktivitas.

Pekerjaan  dilakukan akibat tingginya curah hujan di hulu Sungai Lawelawe mengakibatkan terjadinya kekeruhan ekstrem, sehingga melampaui ambang batas dan berakibat terganggunya sistem operasi water treatment plan (WTP) khususnya pada unit filter yang mengalami kebuntuan.
“Terkait hal tersebut akan dilakukan pembersihan Unit IPA 200 liter air per detik pada Kamis, 25 April 2024, dimulai pukul 08.00 Wita sampai selesai. Nah, diimbau kepada pelanggan untuk dapat menampung air sampai proses perbaikan selesai. Gangguan layanan ini berlaku untuk seluruh pelanggan di wilayah Kecamatan Penajam termasuk Petung dan sekitarnya,” jelasnya.

Dia mengatakan kejadian tersebut sangat berdampak pada sebagian besar wilayah pelayanan mengalami tekanan air rendah (tidak mengalir) serta kualitas air yang didistribusikan keruh/hitam.  

Berdasarkan data Perumda AMDT PPU terdapat ribuan pelanggan pada sembilan kelurahan dan desa di Kecamatan Penajam yang terdampak, yaitu Kelurahan Penajam, Kelurahan Gunung Seteleng, Kelurahan Nenang, Kelurahan Nipahnipah, Kelurahan Sungai Parit, Kelurahan Lawelawe,  Kelurahan Petung, Desa Girimukti, Desa Sidorejo. Ia berupaya agar layanan normal kembali pada Jumat (26/4), hari ini. (far)


ARI ARIEF
ari.arief@kaltimpost.co.id


Editor : Faroq Zamzami
#pdam #ppu