PENAJAM-Pemerintah Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), menggelar Festival Seribu Ketupat dan dirangkai dengan kegiatan gebyar usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) selama tiga hari, yaitu Sabtu hingga Senin (4–6/5).
Berbagai kegiatan telah disiapkan panitia untuk menghibur masyarakat dan mendorong kemajuan UMKM di desa tersebut. “Lokasi kegiatannya diselenggarakan di depan objek wisata Gua Tapak Raja Wonosari,” kata Kasiyono, kepala Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, PPU kepada media ini, Kamis (2/5).
Dia mengungkapkan, rangkaian acara Festival Seribu Ketupat dan gebyar UMKM ini dimulai Sabtu (4/5), yakni gebyar UMKM, senam sehat, balap perahu, dan lomba tingkat anak-anak. Selanjutnya, Minggu (5/5), digelar gebyar UMKM dan lomba mancing, dan hari ketiga yaitu Senin (6/5) diisi gebyar UMKM dan halalbihalal.
“Hadiah yang disediakan pada festival ini berupa hadiah hiburan saja,” tuturnya.
Kasiyono menjelaskan bahwa festival ini berawal dari pembukaan Gua Tapak Raja yang diiringi tasyakuran seribu ketupat. Bertepatan dengan bulan Syawal, festival ini kemudian ditetapkan sebagai tradisi tahunan yang dilaksanakan pada 27 Syawal. “Seribu ketupat memiliki makna banyak dukungan dan swadaya masyarakat, sehingga terbangun wisata Gua Tapak Raja,” jelas Kasiyono.
Ia melanjutkan, ketupat yang digunakan dalam festival ini merupakan sumbangan seluruh warga desa, yang sekaligus dianggap melambangkan semangat gotong royong dan kebersamaan.
Diharapkan festival ini dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan silaturahmi antarwarga dan menjadi simbol keharmonisan di Desa Wonosari.
Ketua DPC Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) PPU itu menegaskan, tujuan Festival Seribu Ketupat dan gebyar UMKM itu adalah mendorong kemajuan UMKM di Desa Wonosari, menumbuhkan kreativitas masyarakat, memperkenalkan wisata Gua Tapak Raja, mempererat hubungan silaturahmi antarwarga, dan menjadi simbol keharmonisan di Desa Wonosari.
Kasiyono berharap dengan adanya festival ini, Desa Wonosari semakin maju dan mandiri, serta menjadi desa yang inovatif dan inspiratif bagi desa-desa lain di PPU. (far/k16)
ARI ARIEF
ari.arief@kaltimpost.co.id
Editor : Faroq Zamzami