KALTIMPOST.ID, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan memperingatkan potensi pasang laut tinggi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada dasarian pertama September 2024, dengan ketinggian mencapai 2,7 meter.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Diyan Novrida, mengimbau warga yang tinggal di pesisir Kaltim untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak dari pasang laut ini.
Dampak pasang laut tinggi dapat berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat pesisir, termasuk para petambak, pelabuhan, dan warga yang bermukim dekat pantai.
“Air laut yang meluap ke tambak dapat merusak budidaya perikanan dan menimbulkan kerugian signifikan bagi petambak. Selain itu, aktivitas bongkar muat di pelabuhan serta kehidupan sosial ekonomi warga pesisir juga bisa terganggu,” ujar Diyan di Balikpapan, Selasa (3/9).
Prakiraan menunjukkan bahwa wilayah Balikpapan akan mengalami pasang tertinggi pada tanggal 6-8 September dengan ketinggian 2,5 meter pada pukul 20.00 dan 21.00 Wita.
Selain itu, surut terendah di wilayah ini diperkirakan setinggi 0,2 meter pada pukul 13.00 dan 14.00 Wita pada tanggal yang sama.
Tidak hanya Balikpapan, beberapa wilayah lain di Kaltim juga diperkirakan mengalami pasang laut tinggi.
Di perairan Muara Sungai Berau, Kabupaten Berau, pasang tertinggi diprediksi terjadi pada 7 September dengan ketinggian mencapai 2,7 meter pada pukul 22.00 Wita.
Sementara itu, Muara Sungai Mahakam (Pulau Nubi) akan mengalami pasang tertinggi pada 3 dan 4 September dengan ketinggian 2,6 meter pada pukul 07.00 Wita.
Baca Juga: 43 Daerah Berpotensi Dipimpin ASN jika Kotak Kosong Menang di Pilkada 2024
Diyan menekankan pentingnya kewaspadaan di seluruh kawasan pesisir Kaltim, karena dampak pasang laut tidak hanya mengancam kegiatan tambak dan pelabuhan, tetapi juga berpotensi menyebabkan air laut masuk ke pemukiman warga dekat pantai, yang bisa membahayakan keselamatan mereka. (*)
Editor : Dwi Puspitarini