KALTIMPOST.ID, TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih, meminta Forum Berau Sehat (FBS) untuk lebih inovatif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Ia menekankan, edukasi pola hidup sehat harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh langsung masyarakat.
Dikatakannya, sinergi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) serta optimalisasi program kesehatan, termasuk penurunan angka stunting (tengkes) dan pemenuhan fasilitas kesehatan, menjadi fokus utama dalam upaya ini.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau berkomitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi dengan stakeholder terkait.
"Pentingnya program yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam edukasi pola hidup sehat," katanya usai melantik FBS di Ruang Rapat Sangalaki, Senin (17/3/2025).
Ia menyebut, keberhasilan meningkatkan derajat kesehatan tidak hanya bergantung pada fasilitas, edukasi hingga pendampingan masyarakat, tetapi juga pada perubahan perilaku yang membutuhkan waktu dan ketekunan.
“Rekan tim yang baru dilantik harus lebih banyak turun ke lapangan. Mengedukasi masyarakat tidak bisa instan, butuh proses panjang. Karena itu, FBS harus bersinergi dengan DPPKBP3A, Diskes, Diskoperindag, dan DPMK untuk memastikan program berjalan efektif,” ujarnya.
Lanjutnya, salah satu fokus utama adalah menekan angka stunting melalui edukasi berbasis keluarga. Sinergi antara pemerintah daerah dan FBS diharapkan dapat melahirkan generasi yang lebih sehat.
Kampanye pemberian ASI eksklusif, pemantauan kesehatan anak di posyandu, serta optimalisasi posyandu dan posbindu menjadi langkah konkret dalam mendukung tujuan ini.
Pemkab Berau juga mendorong keterlibatan pihak ketiga dalam mendukung program kesehatan masyarakat melalui corporate social responsibility (CSR). Dana CSR diharapkan dapat diarahkan secara tepat sasaran untuk mendukung fasilitas kesehatan dan edukasi di berbagai wilayah.
"Kita optimalkan sembilan indikator kabupaten sehat. Tolong jangan disia-siakan dan jangan dijadikan seremoni saja. Saya ingin semua kader bisa bekerja di lapangan dan nyata membina dan mengedukasi masyarakat," pintanya.
Pelantikan kepengurusan FBS kali ini dirangkaikan dengan rapat pembina dalam rangka verifikasi program ke depan. Pemkab Berau berharap capaian yang sudah diraih, termasuk penghargaan Swasti Saba 2023, dapat menjadi pemacu semangat untuk bekerja lebih optimal dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Ketua FBS, Sultan, menegaskan komitmen untuk melanjutkan program yang telah berjalan dalam tiga tahun terakhir. Salah satu prioritasnya adalah menuntaskan target pilar pertama dari lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Tahun ini, Berau kembali mengikuti penilaian Kabupaten/Kota Sehat tingkat nasional. FBS mendapat mandat untuk mengaktifkan dan menyegarkan kepengurusan di tingkat kampung agar target daerah selaras dengan kebijakan pusat. (*/aja/far)
Editor : Faroq Zamzami