Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

BMKG Prediksi Kemarau Mulai Juli hingga Agustus, Jadi Dasar Pengambilan Kebijakan dan Mitigasi Tepat Sasaran

Redaksi KP • Rabu, 7 Mei 2025 | 17:40 WIB

 

ANTISIPASI: Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto BMKG Samarinda Riza Arian Noor menyampaikan perkiraan musim kemarau di Kaltim melalui Zoom Meeting.
ANTISIPASI: Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto BMKG Samarinda Riza Arian Noor menyampaikan perkiraan musim kemarau di Kaltim melalui Zoom Meeting.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda memprediksi musim kemarau 2025 di Kalimantan Timur (Kaltim) akan mulai pada Juli hingga Agustus.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto BMKG Samarinda, Riza Arian Noor, melalui press release via Zoom Meeting, Selasa (6/5).

Ia menjelaskan bahwa secara umum, musim kemarau di Kaltim diperkirakan berlangsung dari akhir Juni hingga Agustus 2025.

Namun, terdapat variasi waktu onset (awal) musim kemarau antar-wilayah. Untuk Kabupaten Berau, Kutai Timur (Kutim), dan Kutai Kartanegara (Kukar), diprediksi memasuki musim kemarau pada akhir Juni hingga awal atau pertengahan Agustus.

Kota Bontang diperkirakan mengalami musim kemarau sejak akhir Juni, sementara Kota Samarinda diperkirakan mulai mengalami kondisi serupa pada akhir Juni hingga pertengahan Juli. Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diprediksi akan memasuki musim kemarau pada pertengahan hingga akhir Juli.

Lebih lanjut, Kabupaten Paser diperkirakan akan mengalami musim kemarau yang berlangsung dari pertengahan Juni hingga pertengahan Agustus.

Sementara itu, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) diprediksi akan mengalami kondisi kering dari awal Juli hingga pertengahan bulan tersebut. Kabar baiknya, Kabupaten Mahakam Ulu diprediksi akan mengalami hujan sepanjang tahun tanpa periode kemarau yang jelas.

Riza Arian Noor juga menjelaskan perbandingan awal musim kemarau tahun ini terhadap kondisi normal periode 1991-2020. Secara umum, awal musim kemarau di wilayah Kaltim didominasi oleh kondisi yang sama atau mundur (lebih lambat) dibandingkan dengan rata-rata normalnya.

“Secara umum, puncak musim kemarau di wilayah Kaltim diprediksi akan terjadi pada Agustus 2025,” terangnya.

Mengenai sifat hujan selama musim kemarau 2025 di wilayah Kaltim, BMKG memprakirakan bahwa umumnya akan berada dalam kategori normal. Sementara itu, durasi musim kemarau di wilayah ini diperkirakan akan berlangsung selama 3 hingga 9 dasarian, atau sekitar 1 hingga 3 bulan.

Menyikapi prediksi ini, BMKG Samarinda mengajak seluruh pihak, mulai dari instansi pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat, untuk menjadikan informasi ini sebagai dasar pengambilan kebijakan dan mitigasi yang tepat sasaran.

“Dan perlu peran strategis masyarakat untuk menyebarluaskan informasi ini secara luas dan jelas kepada masyarakat,” pungkas Riza Arian Noor. (Prb/ty/dwi)

 

Editor : Duito Susanto
#musim kemarau #bmkg #kaltim