Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Song-Bawe dan Duta Lingkungan Hidup, Kelompok Anak Muda yang Dipercaya Bos Otorita IKN Menjaga Hutan dan Alam di Nusantara

Muhammad Ridhuan • Minggu, 22 Juni 2025 | 17:06 WIB
PUNCAK: Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia digelar di IKN dengan pemilihan Duta Lingkungan Hidup dan Song-Bawe, Sabtu (21/6/2025).
PUNCAK: Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia digelar di IKN dengan pemilihan Duta Lingkungan Hidup dan Song-Bawe, Sabtu (21/6/2025).

SEPAKU – Matahari belum tinggi ketika sekelompok anak sekolah dasar mulai menanam bibit pohon di hamparan lahan hijau di kawasan Sepaku. Tangan-tangan kecil itu menggenggam cangkul, menyingkirkan tanah, dan menanam harapan. Di antara mereka, mungkin ada calon arsitek masa depan Nusantara. Bukan dalam arti membangun gedung, tapi membangun kesadaran mencintai bumi.

Hari itu, Sabtu (21/6/2025), bukan hari biasa di Ibu Kota Nusantara (IKN). Di tengah semangat pembangunan yang masif, ada jeda sejenak untuk merayakan sesuatu yang lebih sunyi tapi mendasar, lingkungan hidup.

Untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Otorita IKN menggelar serangkaian kegiatan yang tidak hanya mengajak warga untuk menanam pohon, tapi juga menanam kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga alam.

"Kami ingin pembangunan IKN tidak sekadar berdiri di atas beton dan baja, tapi juga bertumbuh bersama alam,” ujar Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, di sela kegiatan.

Namun yang paling mencuri perhatian hari itu bukanlah deretan pejabat atau tokoh masyarakat, melainkan para finalis Song-Bawe dan Duta Lingkungan Hidup, wajah-wajah muda dari Tenggarong, Samboja, hingga Muara Jawa yang bersinar bukan karena gemerlap panggung, tapi karena tekad di mata mereka.

Song-Bawe, yang berarti Sobat Alam Nusantara, adalah lebih dari sekadar gelar. Mereka adalah pelajar, ASN, dan pekerja swasta yang terpilih melalui proses seleksi ketat untuk menjadi agen perubahan lingkungan di kawasan IKN. Dari 14 pasangan finalis, tiga pasang terbaik akan berangkat menjalani studi pelestarian lingkungan ke Bali, Bogor, dan Samarinda.

"Ini bukan tentang lomba. Ini tentang tanggung jawab," kata Amira Syafana, salah satu finalis yang menyuarakan semangat hemat energi dan air: Save energy, save water, save the future. Start with you.

Reza Raihan, finalis lainnya, mengaku pengalamannya terlibat langsung bersama tim sosial budaya IKN menjadikannya semakin sadar bahwa perubahan besar dimulai dari tindakan kecil. “Kami ingin jadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton,” katanya.

Basuki menyebut kehadiran mereka bukan hanya simbolis, tapi strategis. Mereka akan ditugaskan mengawasi pelestarian lingkungan di kawasan IKN, dari apartemen hingga ruang publik, menggantikan peran manajemen gedung yang belum sepenuhnya terbentuk. Mereka akan mengawasi ribuan pohon yang telah ditanam, memastikan tak sekadar tumbuh, tetapi juga hidup.

Tema peringatan tahun ini, “Hentikan Polusi Plastik,” menjadi penegas arah IKN sebagai kota masa depan yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga bijak terhadap lingkungan. Di tengah derasnya pembangunan fisik, Otorita IKN memberi ruang bagi nilai-nilai ekologis untuk tumbuh—dari sekolah dasar hingga ruang kebijakan.

IKN ingin lebih dari sekadar ibu kota. Ia ingin menjadi contoh, bahwa membangun kota tak harus merusak alam, dan menjaga lingkungan bukan hanya urusan aktivis, tapi tugas bersama, terutama generasi muda.

Editor : Muhammad Ridhuan
#Song Bawe #IKN #Duta Lingkungan Hidup #basuki hadimuljono