KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Komisi Informasi Pusat (KIP) resmi memulai rangkaian monitoring dan evaluasi (monev) 2025 melalui sosialisasi dan kick off, Jumat (15/8). Acara digelar di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta, secara hybrid. Kegiatan dihadiri berbagai kementerian, lembaga negara, hingga KI Kaltim hadir secara luring.
Wakil Ketua KI Kaltim Muhammad Khaidir menyatakan kesiapan mendukung Pemprov Kaltim mempertahankan prestasi di monev yang dilaksanakan KI Pusat. "Jika perlu meraih peringkat ke satu, karena pada 2024 Kaltim meraih peringkat kedua, hanya selisih koma saja dengan peringkat pertama. Makanya KI Kaltim siap back up penuh Pemprov Kaltim," kata Khaidir yang juga turut menghadiri kegiatan kick off tersebut.
Menurutnya, upaya mempertahankan tentu dengan dukungan semua pihak, terutama Gubernur Rudy Mas'ud, dalam menjalankan pelayanan keterbukaan informasi tersebut. Karena apapun akan bisa diraih dengan kerja sama atau tim yang kuat.
"Memang pada saat sosialisasi, tahun ini tampaknya penilaian lebih ketat. Tapi tidak ada yang tidak bisa, kalau semua mendukung, terutama Pak Gubernur. Tim kita juga kuat, maka prestasi itu minimal bisa kita pertahankan," ujarnya.
Seperti diketahui, monev adalah salah satu kegiatan KI Pusat dalam mengukur pelaksanaan keterbukaan informasi publik pada badan publik berdasarkan UU 14/2008. Pada 2024, prestasi Pemprov Kaltim cukup membanggakan, yakni peringkat kedua nasional.
Sementara itu, Ketua KI Pusat Donny Yoesgiantoro mengingatkan bahwa keterbukaan informasi publik adalah salah satu pilar utama tata kelola pemerintahan modern.
“Keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban hukum. Ini adalah kunci membangun kepercayaan publik, mendorong partisipasi masyarakat, dan memastikan pemerintahan yang akuntabel,” pungkasnya.
Hal senada diungkapkan Komisioner Bidang Hubungan Kelembagaan dan Tata Kelola KI Pusat sekaligus pengampu Monev KIP 2025, Handoko Agung Saputro, bahwa monev tahun ini terdiri dari tahapan sosialisasi dan kick off, monitoring dan penilaian kuesioner, klarifikasi/sanggah, presentasi badan publik, visitasi, hingga penilaian akhir.
Untuk pertama kalinya, Monev KIP 2025 juga akan menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) dalam proses penilaian.
“Dengan pemanfaatan AI, proses penilaian akan lebih objektif dan efisien. Tahun ini kita juga perkuat tahapan monev agar lebih transparan, mulai dari pengisian data hingga verifikasi lapangan,” jelasnya. (*)
Editor : Duito Susanto