KALTIMPOST ID, Kalimantan Timur tak hanya dikenal karena kekayaan alamnya, tetapi juga kekayaan budayanya yang memukau.
Berbagai festival kebudayaan baik itu dari suku Dayak maupun suku Kutai, masih banyak ditemui.
Salah satu warisan yang paling unik dan meriah adalah Festival Erau, sebuah perayaan adat dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang kini menjadi pesta rakyat sekaligus ajang budaya berskala internasional.
Saat ini, Festival Erau sedang berlangsung sejak 21 September hingga 29 September mendatang.
Berbagai rangkaian kegiatan adat, budaya, hingga pertunjukan seni dinikmati oleh wisatawan.
Baca Juga: Menyelamatkan Sejarah pada Sehelai Kain: Mengapa Tenun Ulap Doyo Tak Boleh Punah?
Warisan Kerajaan Tertua di Indonesia
Nama Erau berasal dari bahasa Kutai yang berarti “keramaian” atau “pesta”.
Festival ini awalnya adalah ritual adat Kesultanan Kutai, yang digelar untuk menandai peristiwa penting seperti pelantikan sultan, upacara adat, atau pernikahan bangsawan.
Sejak tahun 2013, Festival Erau telah bertransformasi menjadi ajang budaya dunia melalui kerja sama dengan CIOFF (Council of International Organizations of Folklore Festivals).
Festival ini kemudian dinamakan EIFAF (Erau International Folk and Art Festival).
Baca Juga: Nggak Harus Liburan, Ini Cara Healing yang Benar dan Efektif untuk Hilangkan Stres
Tradisi Unik dan Meriah di Tepian Mahakam
Erau tidak hanya menampilkan ritual, tetapi juga tradisi unik yang memukau.
Salah satunya adalah “Mendudukkan Naga”, yaitu ritual mengembalikan replika naga suci ke Sungai Mahakam.
Naga ini dianggap sebagai makhluk penjaga alam dan simbol kembalinya keharmonisan.
Hari terakhir festival biasanya ditutup dengan prosesi Belimbur, tradisi saling siram air yang punya makna sakral, yaitu pembersihan diri dari kesialan.
Selama festival berlangsung, berbagai lomba tradisional juga digelar, seperti balap perahu naga, balapan ketinting, festival layang-layang, dan lomba seni lainnya.
Baca Juga: Masjid Pertama dan Masuk Cagar Budaya, Ini 7 Fakta Unik Masjid Tua Samarinda
Panggung Budaya Internasional dan Penuh Warna
Dalam skala internasional (EIFAF), delegasi dari berbagai negara diundang untuk menampilkan seni, tarian, dan budaya khas mereka di Tenggarong, Kutai Kartanegara.
Hal ini menjadikan Erau sebagai jembatan budaya antara lokal dan global, serta memberikan pengalaman budaya yang kaya tanpa harus ke luar negeri.
Selama Erau berlangsung, kota Tenggarong berubah menjadi pusat keramaian.
Warga dan peserta festival mengenakan pakaian adat Kutai dan Dayak dengan motif khas dan aksesoris tradisional yang penuh warna.
Lebih dari Sekadar Festival
Festival Erau bukan hanya ajang hiburan. Pesta rakyat ini menjadi penjaga identitas budaya lokal, pengingat sejarah kerajaan Kutai, dan sarana diplomasi budaya.
Keunikan tradisi seperti Belimbur dan prosesi naga membuatnya menjadi salah satu festival budaya paling autentik di Indonesia.
Jika kamu belum pernah merasakan langsung kemeriahannya, Festival Erau patut masuk ke daftar kunjungan budayamu saat ini.
Karena di sanalah kamu bisa melihat bagaimana tradisi dan modernitas berpadu dalam satu panggung besar budaya. ***
Editor : Dwi Puspitarini