Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Akademisi Dorong Riset sebagai Pilar Kolaborasi Lintas Klaster di Kukar

Supriyono Lupus • Selasa, 30 September 2025 | 17:01 WIB

Aie Natasha bersama Amir Iskandar dan Dr. Kezia Arum saat kegiatan forum di Kukar.
Aie Natasha bersama Amir Iskandar dan Dr. Kezia Arum saat kegiatan forum di Kukar.

KALTIMPOST.ID, TENGGARONG – Forum Dissemination Working Paper Workshop Capacity Building yang digelar Minggu (28/9) menjadi ruang temu lintas klaster masyarakat sipil sekaligus menghadirkan perspektif akademisi untuk memperkaya arah kolaborasi.

Hadir sebagai penanggap, Amir Iskandar, SE., MM., CDM., CPS., dari Klaster Akademisi, bersama Dr. Kezia Arum dari Klaster Peneliti yang memberikan pandangan kritis dan konstruktif.

Baca Juga: Dua Pejabat Esellon II di Kota Bontang Purna Tugas November Mendatang, Bakal Diisi Plt

Diseminasi Working Paper Konsorsium Gerbangtara merupakan hasil kolaborasi Ormas, Komunitas Adat, dan Civil Society Organization (CSO), yang dirancang melalui rangkaian workshop daring maupun luring. Difasilitasi IYD Local Chapter Kalimantan Timur, proses partisipatif ini mencerminkan upaya inklusif dalam membangun fondasi kerja sama di tingkat lokal.

Dalam tanggapannya, Amir Iskandar menekankan pentingnya peran akademisi dalam memperkuat kolaborasi hexahelix, terutama di tengah momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, kontribusi akademisi tidak boleh berhenti pada tataran teori, melainkan diwujudkan melalui riset berbasis data yang dapat dijadikan acuan kebijakan.

“Kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan media sangat strategis untuk mewujudkan visi pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi berkelanjutan di IKN. Riset berbasis data yang dikombinasikan dengan fungsi edukasi dan pengawasan media akan menjadi fondasi implementasi SDGs yang inklusif dan berakar pada kearifan lokal,” tegasnya.

Baca Juga: Kesadaran Warga Minim, Sampah Masih Berserakan di GOR Kutai Barat

Perspektif ilmiah yang dihadirkan mempertemukan kerangka akademis dengan dinamika komunitas di lapangan. Hal ini sekaligus menegaskan peran Konsorsium Gerbangtara sebagai wadah strategis yang mendorong kolaborasi nyata antaraktor.

“Forum ini berhasil memperlihatkan bahwa pembangunan inklusif hanya dapat tercapai dengan kontribusi aktif berbagai klaster, termasuk dunia akademik,” ujar Aie Natasha, Koordinator Konsorsium Gerbangtara. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#IKN #Gerbangtara #civil society organization #Forum