Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ester Veronika Terpilih Jadi Duta Pariwisata Kaltim 2025: Menyulam Mimpi dari Pedalaman

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Senin, 6 Oktober 2025 | 16:48 WIB

 

Ester Veronika (tengah) menerima gelar Putri Pariwisata Kaltim pada grand final 2025.   
Ester Veronika (tengah) menerima gelar Putri Pariwisata Kaltim pada grand final 2025.  
 

TENGGARONG - Di bawah sorot lampu yang gemerlap, nama Ester Veronika bergema di malam Grand Final Putri Pariwisata Kaltim 2025. Tangannya bergetar, air mata menetes, dan senyum tak lepas dari wajah gadis 18 tahun asal Kecamatan Tabang, Kukar. Di tengah riuh tepuk tangan, ia tahu mahkota itu bukan sekadar simbol kemenangan, tapi hasil dari perjalanan panjang penuh perjuangan.

“Jujur, saya tidak menyangka bisa menjadi juara pertama. Usia saya masih muda, tapi kerja keras dan persiapan selama karantina akhirnya terbayar,” tutur Ester. Menurutnya, momen paling menegangkan itu saat tinggal berdua di panggung menunggu pengumuman. “Rasanya luar biasa,” ujarnya.

Ester tumbuh di pedalaman Tabang—wilayah yang jauh dari hiruk pikuk kota dan panggung gemerlap. Hidupnya dekat dengan alam, sungai, serta kesenian tradisional yang menjadi bagian dari kesehariannya. Sejak duduk di bangku kelas 4 SD, ia sudah berani tampil menari di acara sekolah. Dari sanalah benih kecintaannya terhadap budaya daerah tumbuh.

Langkahnya tak berhenti di situ. Dari panggung sederhana di kampung, ia terpilih menjadi Putri Pariwisata Kukar 2024, hingga akhirnya melangkah ke tingkat provinsi membawa nama daerahnya. Namun, perjuangan menuju puncak tak selalu mudah. Masa karantina menjadi ujian tersendiri. Jadwal padat membuat fisiknya drop dan suaranya sempat hilang.

Public speaking itu tantangan terbesar. Awalnya saya takut tidak bisa menyampaikan pesan dengan baik. Tapi setelah latihan dan belajar, saya mulai percaya diri,” ungkapnya, Senin (6/10).

Ketika kemenangannya diumumkan, pikiran pertama Ester terbang jauh ke kampung halaman. Ia ingin segera menelepon ayah dan ibu yang tak bisa hadir di malam penobatan itu. “Mereka tidak di sini, tapi saya tahu mereka mendoakan dari jauh. Tanpa doa mereka, saya tidak akan bisa sampai di titik ini,” kata lulusan SMK 1 Tenggarong itu.

Selain keluarga, Ester juga mengidolakan Rinanda, Putri Pariwisata Indonesia Pendidikan 2025 asal Kaltim. “Kak Rinanda membuktikan bahwa anak daerah bisa bersaing di level nasional. Beliau jadi inspirasi saya untuk berani bermimpi lebih besar,” ujarnya.

Kini, dengan mahkota di kepala, Ester menyadari bahwa gelar yang disandangnya adalah tanggung jawab besar. Ia membawa misi memperkenalkan potensi wisata dan budaya Kaltim, sekaligus menjadi penggerak bagi generasi muda.

Salah satu langkah konkretnya adalah mengembangkan wisata Air Terjun Gongpeo River di Tabang. Ia ingin menjadikannya destinasi berkelanjutan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar. “Pariwisata itu harus berkelanjutan. Saya ingin kegiatan ini bukan sekadar promosi, tapi benar-benar memberi dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.

Ester percaya kekuatan Kaltim ada pada keindahan alam dan kekayaan budayanya. Karena itu, ia aktif mengajak generasi muda untuk menjaga lingkungan dan melestarikan seni tradisi. “Kita harus menjaga kebersihan dan kelestarian alam agar pariwisata bisa tumbuh tanpa merusak lingkungan,” katanya.

Ia juga menilai, tradisi seperti Erau di Kukar adalah bukti bahwa budaya lokal bisa menjadi daya tarik wisata yang kuat. “Budaya dan pariwisata harus tumbuh berdampingan. Dari situ, ekonomi kreatif bisa berkembang,” ujarnya.

Meski kini dikenal sebagai wajah baru pariwisata Kalimantan Timur, Ester tetap sederhana. Ia tahu bahwa kemenangan ini hanyalah awal. “Jangan pernah takut gagal. Sekecil apa pun kontribusi kita, bisa memberi dampak bagi daerah,” pesannya.

Malam itu, di bawah cahaya lampu yang mulai redup, Ester memeluk mahkotanya dengan senyum pelan. Ia bukan hanya memenangkan gelar Putri Pariwisata Kalimantan Timur 2025, tapi juga membawa harapan bagi anak-anak muda dari pelosok daerah—bahwa asal berani bermimpi dan berjuang, tak ada jarak antara Tabang dan panggung dunia. “Ini bukan kemenangan saya sendiri. Ini untuk orang tua, keluarga, masyarakat Kutai Kartanegara, dan seluruh Kalimantan Timur,” jelasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#grand final #kutai kartanegara #Putri pariwisata Kaltim 2025