Dijelaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana, dibandingkan dengan Juli 2025, nilai ekspor dari lima pelabuhan utama mengalami peningkatan 5,77 persen, yaitu dari sebesar USD1.491,89 juta pada Juli 2025 menjadi USD1.578,00 juta pada Agustus 2025.
Dari seluruh pelabuhan, Balikpapan, Samarinda, dan Bonthan Bay tercatat sebagai tiga penyumbang terbesar terhadap total nilai ekspor Kaltim pada Agustus. “Tiga pelabuhan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap total nilai ekspor pada Agustus 2025 adalah Pelabuhan Balikpapan (USD 501,98 juta), Pelabuhan Samarinda (USD 339,66 juta), dan Pelabuhan Bonthan Bay (USD 308,63 juta),” ungkap Yusniar.
Secara rinci, Pelabuhan Balikpapan mengalami kenaikan ekspor 16,09 persen dibanding Juli, dari USD 432,40 juta menjadi USD 501,98 juta. Pelabuhan Samarinda juga naik moderat senilai 5,29 persen, sementara Pelabuhan Bonthan Bay sedikit terkoreksi 3,66 persen namun tetap menyumbang besar terhadap total ekspor Kaltim.
Di bawah ketiganya, Pelabuhan Tanjung Bara mencatat penurunan 5,04 persen, sedangkan Pelabuhan Tanjung Redep justru tumbuh signifikan 14,50 persen menjadi USD 188,57 juta.
Secara kumulatif sepanjang Januari-Agustus 2025, dominasi pelabuhan utama masih tak tergoyahkan. “Selama periode Januari-Agustus 2025, nilai ekspor dari Pelabuhan Balikpapan menyumbang 28,05 persen terhadap total ekspor, kemudian diikuti Pelabuhan Samarinda sebesar 20,80 persen, dan Pelabuhan Bonthan Bay sebesar 14,52 persen,” terang Yusniar.
Data BPS menunjukkan total nilai ekspor dari lima pelabuhan utama mencapai USD 11,74 miliar, atau sekitar 86,60 persen dari keseluruhan ekspor Kaltim sepanjang delapan bulan pertama 2025. Sementara pelabuhan lainnya menyumbang USD 1,81 miliar atau 13,40 persen. (*)
Editor : Sukri Sikki