SAMARINDA - Kabar terbaru bagi calon jemaah haji asal Kalimantan Timur (Kaltim). Tahun 2026 mendatang, kuota haji untuk provinsi ini resmi bertambah. Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim menyebutkan, jumlahnya naik menjadi 3.189 calon jemaah, atau meningkat sekitar 500 hingga 600 kuota dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kaltim, Mukhlis Hasan, mengatakan penambahan tersebut mengacu pada keputusan Komisi VIII DPR RI yang menyetujui perluasan kuota haji secara nasional.
“Sebelumnya Kaltim hanya mendapat jatah sekitar 2.586 jemaah. Sekarang naik jadi 3.189,” ujarnya, Kamis (30/10).
Menurut Mukhlis, kenaikan ini tidak hanya menambah peluang keberangkatan, tetapi juga berdampak langsung pada pemangkasan masa tunggu. Jika sebelumnya daftar tunggu bisa mencapai 35 hingga 40 tahun, kini berkurang menjadi rata-rata 26 tahun.
“Artinya, proses antrean semakin pendek, dan itu memberi harapan lebih cepat bagi masyarakat yang sudah lama menunggu,” jelasnya.
Selain penambahan kuota, Mukhlis juga mengungkapkan bahwa biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2026 mengalami penurunan. Dari sebelumnya sekitar Rp55 juta, kini calon jemaah hanya perlu membayar Rp54 juta.
“Total biaya haji memang berkisar di angka Rp88 juta per jemaah, tapi sebagian besar ditopang oleh dana manfaat hasil pengelolaan tabungan haji nasional,” terangnya.
Ia menjelaskan, dari total biaya tersebut, hanya sekitar 63 persen yang dibebankan kepada jemaah, sementara 38 persen sisanya ditanggung melalui dana hasil manfaat. Skema ini, kata Mukhlis, merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk tetap menjaga keterjangkauan biaya ibadah haji tanpa mengurangi kualitas layanan.
Penurunan biaya itu merupakan hasil dari pembahasan antara Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR RI, yang menyetujui efisiensi pada sejumlah komponen penyelenggaraan. “Usulan itu datang dari Kementerian Haji dan Umrah, dan setelah dikaji, disetujui sebagai langkah perbaikan pelayanan,” ujarnya.
Kemenag Kaltim berharap kebijakan ini mampu mengurangi beban calon jemaah sekaligus meningkatkan semangat masyarakat untuk menunaikan rukun Islam kelima. “Kami juga terus mempersiapkan layanan terbaik, baik dalam pembinaan, manasik, maupun aspek teknis pemberangkatan,” tutupnya.
Editor : Muhammad Ridhuan