Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Transaksi Uang Elektronik Terus Menggeliat: Kaltim Masuk Fase Konsumen Makin Melek Digital

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 19 November 2025 | 11:32 WIB

 

Penggunaan uang elektronik baik dari sisi nominal maupun volume menunjukkan pertumbuhan dengan total transaksi tercatat Rp 1,71 triliun.   
Penggunaan uang elektronik baik dari sisi nominal maupun volume menunjukkan pertumbuhan dengan total transaksi tercatat Rp 1,71 triliun.  

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Gerakan non-tunai di Kaltim makin terasa. Dari pusat perbelanjaan hingga gerbang tol, uang elektronik kini jadi ritme baru transaksi harian masyarakat. Polanya kian jelas, warga makin nyaman beralih ke pembayaran digital.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim, Budi Widihartanto, menyampaikan bahwa tren penggunaan uang elektronik terus bergerak positif sepanjang triwulan II 2025. Dia menekankan bahwa perkembangan itu sejalan dengan semakin luasnya kanal non-tunai di berbagai layanan publik dan ritel.

“Transaksi uang elektronik mengalami pertumbuhan baik dari sisi nominal maupun volume,” ujarnya saat membuka penjelasan. Nominal transaksi UE triwulan II-2025 tercatat tumbuh 8,74 persen (yoy), meski melambat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh 33,87 persen (yoy). Total nilai transaksinya menembus Rp 1,71 triliun.

Untuk volume transaksi, pola serupa terjadi. Volume UE tumbuh 27,9 persen (yoy), lebih rendah dibanding triwulan I-2025 yang tumbuh 54,8 persen. Sepanjang triwulan II, jumlah transaksinya mencapai 17,76 juta.

Budi menegaskan bahwa naiknya perputaran transaksi ini tak lepas dari meluasnya penggunaan uang elektronik di berbagai sektor. “Pertumbuhan transaksi UE baik dari sisi nominal maupun volume transaksi, didukung dengan terus tumbuhnya jumlah akun UE,” sebutnya.

Dari sisi kepemilikan, jumlah akun uang elektronik juga melesat. Pertumbuhannya di triwulan II-2025 mencapai 72,9 persen (yoy), jauh lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 29 persen. Jumlah akun UE kini mencapai 7,48 juta, naik dari 5,28 juta akun pada triwulan I.

“Pertumbuhan transaksi dan jumlah akun UE sejalan dengan terus tumbuhnya pembayaran menggunakan kanal non tunai ritel untuk transaksi di pusat perbelanjaan, transportasi, dan jalan tol di wilayah Kaltim,” tambah Budi.

Dengan tren yang terus meningkat, BI Kaltim menilai bahwa ekosistem digital di daerah semakin matang. Masyarakat tak hanya memanfaatkan UE untuk kebutuhan harian, tetapi juga mulai melihat kemudahan dan efisiensi transaksi non-tunai sebagai gaya hidup baru. (*)

Editor : Sukri Sikki
#transaksi #uang elektronik #Budi Widihartanto #BI Kaltim