Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dua Subsektor Naik, Tiga Turun! Begini Kondisi Petani Kaltim Oktober 2025  

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 21 November 2025 | 12:33 WIB

Dibanding periode September senilai 146,50, NTP Oktober catat kenaikan hingga 148,98.
Dibanding periode September senilai 146,50, NTP Oktober catat kenaikan hingga 148,98.
 

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Daya beli petani Kaltim kembali mencatat penguatan pada Oktober 2025. Nilai Tukar Petani (NTP) yang menjadi indikator kesejahteraan petani bergerak naik dan menunjukkan hasil jual komoditas lebih menguntungkan dibandingkan biaya yang dikeluarkan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana mengatakan, NTP menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Menurutnya, semakin tinggi NTP maka kesejahteraan petani ikut terdorong. Penghitungan indikator itu dilakukan lewat survei rutin. "Sumber data untuk penghitungan NTP adalah dari hasil kegiatan survei pemantauan harga-harga di 6 kabupaten, yaitu Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, dan Penajam Paser Utara,” jelasnya.

Hasil survei menunjukkan tren positif. “Berdasarkan hasil survei tersebut diperoleh bahwa NTP pada Oktober 2025 sebesar 148,98 yang berarti petani mengalami surplus/kenaikan daya beli,” ungkapnya.

Kenaikan terjadi karena selisih harga yang diterima petani jauh lebih tinggi. Secara bulanan, kinerja NTP juga membaik. “NTP pada Oktober 2025 naik 1,70 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian 1,76 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani, hanya mengalami kenaikan 0,06 persen,” paparnya.

Tren tahunan pun masih positif. “Jika dibandingkan dengan NTP pada bulan yang sama tahun lalu, NTP Oktober 2025 secara umum mengalami kenaikan 7,06 persen,” sebutnya.

Namun, kenaikan tersebut tidak merata di seluruh subsektor. Pada Oktober 2025, terdapat dua subsektor yang mengalami kenaikan NTP yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat 3,70 persen dan subsektor perikanan 0,68 persen.

Sebaliknya, tiga subsektor lain justru tertekan. “Yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 1,02 persen, subsektor hortikultura 2,86 persen, dan subsektor peternakan 0,70 persen,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#komoditas #BPS KALTIM #Yusniar Juliana #nilai tukar petani