Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Genjot Transformasi Ekonomi Kaltim: Dari RIRU, UMKM Hijau hingga Ekonomi Syariah  

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 2 Desember 2025 | 12:35 WIB

Pengembangan UMKM mulai didorong sebagai sumber ekonomi baru. Melalui penguatan kapasitas digital, akses ekspor dan pembiayaan hingga UMKM hijau.
Pengembangan UMKM mulai didorong sebagai sumber ekonomi baru. Melalui penguatan kapasitas digital, akses ekspor dan pembiayaan hingga UMKM hijau.
 

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Transformasi ekonomi Kaltim memasuki babak baru dengan fokus pada hilirisasi, UMKM hijau, dan penguatan investasi. Deputi Kepala Bank Indonesia Kaltim Bayuadi Hardiyanto menegaskan bahwa diversifikasi ekonomi mutlak dilakukan.

“Tingginya ketergantungan Kaltim terhadap sektor pertambangan menyebabkan ekonomi rentan terhadap dinamika global,” ujarnya mengingatkan. Sekitar 70-80 persen kebutuhan pangan Kaltim juga masih bergantung pasokan dari luar daerah.

Untuk itu, BI melakukan kajian sektor alternatif dan mendorong investasi melalui RIRU (Regional Investor Relation Unit). “RIRU Kaltim telah berhasil membawa proyek investasi Kaltim ke kancah internasional yaitu di Osaka, Beijing, Riyadh dan London,” kata Bayuadi.

Dia juga menyoroti pengembangan UMKM sebagai sumber ekonomi baru. “Kami bersinergi untuk mendorong UMKM sebagai sumber ekonomi baru melalui penguatan kapasitas digital, akses ekspor dan pembiayaan hingga pengembangan UMKM hijau,” jelasnya.

Pada saat bersamaan, ekonomi syariah turut diperkuat melalui tiga pilar. Bayuadi menyinggung gelaran kolaboratif Kaltim Halal Festival. “Untuk mendorong implementasi ekonomi syariah di Kaltim,” ucapnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Kaltim Ujang Rachmad menyatakan transformasi ekonomi membutuhkan kerja lintas lembaga. “Kolaborasi lintas lembaga adalah kunci utama. Pemerintah pusat, Pemda, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, akademisi, serta masyarakat harus menjadi satu ekosistem yang saling menguatkan,” tegasnya.

Dia juga menyinggung komitmen pemerintah mendukung pembangunan SDM, infrastruktur, dan digitalisasi pemerintahan. Dengan fondasi tersebut, Ujang optimistis. “Dengan pondasi ini kami optimis Kaltim dapat terus meningkat pertumbuhan ekonominya sekaligus memainkan peran vital dalam perekonomian nasional,” tutupnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#bank indonesia (bi) #Ekonomi Kaltim #otoritas jasa keuangan (ojk) #umkm