Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Warga Kaltim Diminta Siap Hadapi Musim Hujan hingga Februari 2026, Sejumlah Daerah Potensi Cuaca Ekstrem

Dina Angelina • Minggu, 7 Desember 2025 | 18:44 WIB

 

Prakirawan Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan Idham Chalid.
Prakirawan Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan Idham Chalid.
 

BALIKPAPAN - Senada dengan wilayah lain di Tanah Air yang mengalami cuaca ekstrem. Masuk akhir tahun, Kaltim juga bersiap menghadapi musim hujan yang diprediksi akan panjang hingga pertengahan 2026.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan Idham Chalid menuturkan, potensi hujan mengalami peningkatan selama Desember. Termasuk sepekan ke depan, Kaltim masih berpotensi hujan.

“Secara umum intensitasnya ringan,” katanya. Walau tetap pada waktu-waktu tertentu intensitas hujan meningkat menjadi hujan sedang. Terlebih Kaltim kini memasuki periode musim hujan.

Ini berlangsung mulai Desember 2025 hingga Februari 2026. Dia menjelaskan, hujan diprediksi terjadi sepanjang tahun karena pola hujan bersifat lokal. Khususnya Balikpapan peluang cuaca ekstrem lebih kecil.

“Tetap ada potensi hujan lebat. Puncak hujan biasanya berlangsung pada Desember–Januari,” ujarnya. Dia menambahkan, secara umum musim basah Indonesia terjadi dari September hingga Maret.

“Khususnya wilayah utara Kaltim harus meningkatkan kewaspadaan,” sebutnya. Mulai tanggal 8-11 Desember, ada daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat seperti Mahakam Ulu (Mahulu).

Kemudian Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan sekitarnya juga harus waspada potensi cuaca ekstrem. Sementara itu, proyeksi puncak hujan di Kaltim sekitar Desember 2025 hingga Januari 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Kukuh Ribudiyanto mengatakan, tren curah hujan meningkat di sebagian besar wilayah Kaltim pada Desember.

“Pola hujan dipengaruhi keberadaan siklon tropis,” tuturnya. Namun ini justru mengurangi curah hujan di beberapa daerah. Kaltim wilayah tengah seperti Kutai Kartanegara dan Kutai Timur bagian tengah dan timur.

Sedangkan Kaltim wilayah utara seperti Berau mencatat hujan cukup tinggi. “Balikpapan tetap dilanda cuaca ekstrem yang memicu genangan di beberapa titik,” bebernya.

Kondisi serupa juga terjadi di Samarinda dan sebagian wilayah Paser. Dia mengingatkan, masyarakat waspada terhadap potensi La Nina yang membuat anomali suhu permukaan laut.

La Nina dapat meningkatkan suplai uap air di wilayah Indonesia, termasuk Kaltim. “Sehingga intensitas hujan pada musim penghujan tahun ini bisa bertambah,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#siklon tropis #musim hujan #Stasiun Meteorologi #la nina #kaltim