Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

NTP Kaltim November 2025 Tetap Surplus, Daya Beli Petani Masih Kuat  

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 14 Desember 2025 | 13:09 WIB

NTP pada November tercatat 148,33 dimana mengalami penurunan tipis dibanding Oktober yang nilainya 148,98.
NTP pada November tercatat 148,33 dimana mengalami penurunan tipis dibanding Oktober yang nilainya 148,98.
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Timur pada November 2025 masih berada di zona surplus, menandakan daya beli petani di perdesaan tetap terjaga. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat NTP November 2025 sebesar 148,33, meski mengalami penurunan tipis dibandingkan bulan sebelumnya.

Dijelaskan Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana, NTP merupakan indikator penting untuk melihat kemampuan daya beli petani. “NTP dihitung dari perbandingan Indeks Harga yang Diterima Petani dengan Indeks Harga yang Dibayar Petani. Semakin tinggi NTP, maka semakin kuat pula daya beli petani,” ujarnya.

Berdasarkan hasil survei pemantauan harga di enam kabupaten, yakni Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, dan Penajam Paser Utara, tingginya NTP menunjukkan petani masih menikmati surplus. Kondisi tersebut terjadi karena harga hasil pertanian yang diterima petani relatif lebih tinggi dibandingkan harga barang dan jasa yang harus mereka bayarkan dengan tahun dasar 2018 = 100.

Namun demikian, Yusniar mengungkapkan bahwa secara bulanan NTP November 2025 turun 0,43 persen dibandingkan Oktober 2025. “Penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya indeks harga hasil produksi pertanian sebesar 0,13 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani justru naik 0,31 persen,” jelasnya.

Meski mengalami penurunan bulanan, kinerja NTP secara tahunan masih menunjukkan tren positif. Dibandingkan November 2024, NTP November 2025 meningkat sebesar 4,03 persen. “Ini menandakan secara umum daya beli petani masih lebih baik dibandingkan tahun lalu,” kata Yusniar.

Secara subsektoral, BPS Kaltim mencatat tiga subsektor mengalami penurunan NTP, yakni tanaman pangan turun 0,46 persen, tanaman perkebunan rakyat turun 0,92 persen, serta peternakan turun 0,60 persen. Sementara itu, dua subsektor mencatat kenaikan, yaitu hortikultura yang melonjak 2,79 persen dan perikanan yang naik tipis 0,06 persen. (*)

Editor : Sukri Sikki
#BPS KALTIM #Yusniar Juliana #nilai tukar petani