Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Target Ulang 2026, PHKT Pengeboran Empat Sumur Pengembangan Baru di Kaltim, Tahan Laju Penurunan Produksi

Ari Arief • Rabu, 17 Desember 2025 | 13:40 WIB

BOR 2026: PHKT merencanakan pengeboran sumur migas baru pada Januari dan Mei 2026 dan saat ini dalam tahap sosialisasi.
BOR 2026: PHKT merencanakan pengeboran sumur migas baru pada Januari dan Mei 2026 dan saat ini dalam tahap sosialisasi.

KALTIMPOST.ID,KALTIM-PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) menggelar kegiatan sosialisasi rencana pengeboran sumur pengembangan (development well) tahun 2026 yang akan dilaksanakan mulai Januari hingga Mei.

Kegiatan sosialisasi berlangsung di Samarinda 9 Desember 2025 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang berasal dari instansi pemerintah pusat dan daerah, seperti Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dinas Kementerian ESDM, serta pihak terkait lainnya di Kalimantan Timur.

Head of Communication, Relations & CID PHKT, Elis Fauziyah, melalui keterangan tertulis, Rabu (17/12), menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun pemahaman bersama  para pemangku kepentingan terkait rencana operasi hulu migas.

Baca Juga: PHKT 'Hadirkan' Air Bersih, Sumur Bor 60 Meter Jadi Solusi Dahaga Warga Sebuntal Kukar

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan terhadap proyek investasi hulu migas berupa pengeboran empat sumur pengembangan di 2026 yang menjadi komitmen PHKT untuk terus menjaga keberlanjutan produksi migas guna mendukung penyediaan dan ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita pemerintah terkait swasembada energi,” jelasnya.

Menurutnya, perusahaan berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam kegiatan eksploitasi dengan melakukan pengeboran sumur-sumur pengembangan guna menambah cadangan, meningkatkan recovery, mempertahankan tingkat produksi, dan menahan laju penurunan produksi lapangan-lapangan migas yang sudah mature di wilayah Kalimantan.

Elis menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam sosialisasi ini. “Di PHKT, kami percaya bahwa keberhasilan operasi migas tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan perencanaan, tetapi juga oleh kekuatan kolaborasi," jelasnya.

Baca Juga: Warga Desa Sebuntal Lega! Sumur Bor PHKT-BDI Atasi Krisis Air Bersih untuk Ibadah dan Kehidupan

Dukungan pemerintah, regulator, dan masyarakat adalah energi yang memastikan tahapan operasi berjalan aman, patuh, dan berdampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan,” imbuhnya.

Dalam sambutannya, Perwakilan SKK Migas, Febriana Melisa, menyampaikan bahwa rencana pengeboran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

“Pengembangan empat sumur ini menjadi bagian penting dalam mendukung target lifting migas nasional. Kami terbuka terhadap masukan dari seluruh pemangku kepentingan agar manfaat kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan Dinas Kementerian ESDM Provinsi Kalimantan Timur, Puji Harjanto, menegaskan bahwa koordinasi menjadi kunci kelancaran program migas di lapangan. Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim, M. Ali Aripe, yang menekankan pentingnya keterbukaan data, koordinasi teknis, dan kepatuhan terhadap zonasi ruang laut.

Baca Juga: PHKT Raih Apresiasi BKKBN dan Pemkab PPU Atas Dukungan Program TAMASYA dan Cegah Stunting

Dalam menjalankan pengeboran, PHKT senantiasa mengedepankan aspek keselamatan serta menerapkan praktik terbaik operasi hulu migas yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Hal tersebut disampaikan pada pemaparan Sr. Engineer Drilling PHKT, Haryo Palgunadi.

Ia menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan berbagai aspek: teknis, keselamatan kerja, serta manajemen risiko sesuai dengan tantangan dan karakteristik lapangan. “Momentum ini penting agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terkait rencana kegiatan pengeboran, risiko, dan mitigasinya,” ujarnya.

Melalui koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, PHKT berharap pelaksanaan rencana pengeboran di tahun 2026 dapat berjalan lancar dan berhasil sehingga memberikan kontribusi positif.

“Investasi hulu migas, seperti pengeboran sumur pengembangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berganda bagi pemerintah dan masyarakat di wilayah operasi, mendorong aktivitas ekonomi, menyediakan lapangan kerja, sekaligus mendorong pembangunan ekonomi daerah secara inklusif dan berkesinambungan, khususnya di Kalimantan Timur,” katanya.(*)

Editor : Hernawati
#Mei #Januari #PHKT #sumur migas