KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kalimantan Timur meluncurkan aplikasi Mekanisme Pengendalian Komoditas Utama (Mandau) Kaltim sebagai upaya memperkuat pengendalian inflasi berbasis data. Aplikasi itu diperkenalkan dalam High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Timur, Kamis (18/12).
Mandau Kaltim merupakan sistem berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikembangkan untuk memantau dinamika harga, pasokan, dan distribusi komoditas strategis secara real-time. Sistem ini dirancang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dalam mendeteksi potensi gejolak harga.
Aplikasi tersebut menjadi instrumen pendukung pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis data hasil kolaborasi lintas sektor. Pengembangan Mandau Kaltim melibatkan DPTPH, Disperindag, BPS, BMKG, Bulog, BUMD, serta pemerintah kabupaten/kota.
Kepala KPw BI Kaltim Budi Widihartanto dalam paparannya menyampaikan bahwa penguatan pengendalian inflasi perlu difokuskan pada komoditas yang secara historis menjadi penyumbang inflasi. Komoditas tersebut antara lain beras, ikan layang atau benggol, sigaret kretek mesin, serta nasi dengan lauk.
“Pengendalian inflasi perlu dilakukan secara berimbang melalui penguatan pasokan, kelancaran distribusi, dan pengelolaan ekspektasi masyarakat. Sinergi Bank Indonesia dengan pemerintah daerah menjadi kunci untuk menjaga inflasi tetap terkendali,” ujarnya. (*)
Editor : Sukri Sikki