Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Waspada Banjir dan Longsor, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Wilayah Kaltim 11-20 Januari

Ari Arief • Senin, 12 Januari 2026 | 08:59 WIB

Ilustrasi hujan.
Ilustrasi hujan.

KALTIMPOST.ID,KALTIM-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda merilis prakiraan cuaca untuk periode Dasarian II Januari 2026.

Dalam laporan tersebut, wilayah Kaltim bagian utara dan barat diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas sedang sepanjang tanggal 11 hingga 20 Januari mendatang.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto, Riza Arian Noor, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana yang dipicu oleh faktor cuaca.

Ia menekankan bahwa peluang hujan yang masih tinggi di dasarian ini menuntut kesiapsiagaan warga.

“Masyarakat diharapkan waspada terhadap risiko bencana hidrometeorologi, mengingat potensi hujan masih sangat terbuka dalam periode ini,” kata Riza Arian Noor dalam keterangannya dikutip Senin (12/1).

Baca Juga: Banjir Besar Sasar Guntung, Ratusan Kepala Keluarga di Bontang Terdampak

Dibeberkannya, potensi gangguan yang diperkirakan muncul meliputi genangan air atau banjir, luapan debit sungai, kondisi jalanan yang licin, hingga tanah longsor.

Selain itu, warga diminta berhati-hati terhadap pohon tumbang yang kerap terjadi saat hujan lebat disertai angin kencang dan kilat.

Daerah yang dipetakan akan mengalami hujan kategori sedang  oleh BMKG Adalah Kabupaten Berau dan Kutai Timur, Kota Bontang, Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Barat, Kutai Kartanegara bagian barat dan area kecil di sisi barat Kabupaten Kutai Timur.

Disebutkannya, secara teknis, curah hujan di sisi utara hingga barat Kaltim diprediksi berada pada level menengah (50–150 milimeter) dengan probabilitas kejadian di atas 80 persen.

Baca Juga: Update Harga Emas Perhiasan Senin 12 Januari 2026 dari Lakuemas dan Raja Emas

Sementara itu, untuk wilayah timur dan selatan, curah hujan cenderung lebih rendah (0–50 milimeter) namun tetap memiliki peluang turun hujan lebih dari 70 persen.

Ditegaskannya, secara umum, sifat hujan di Kaltim diprakirakan berada pada rentang normal hingga di bawah normal.

Meski demikian, ada pengecualian untuk sebagian kecil wilayah di barat Kutai Timur yang diprediksi mengalami sifat hujan di atas normal, yang berarti intensitas hujannya bisa lebih tinggi dari rata-rata biasanya.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#hujan #bencana #bmkg #kaltim #ancaman