Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

BMKG Beri Peringatan Dini, Pesisir Kaltim Terancam Pasang Laut hingga 2,9 Meter

Ari Arief • Kamis, 15 Januari 2026 | 16:11 WIB

PANTAI: Suasana Pantai Tanjung Jumlai, Kecamatan Penajam, PPU. Warga diimbau berhati-hati gelombang tinggi pada 19-20 Januari 2026.
PANTAI: Suasana Pantai Tanjung Jumlai, Kecamatan Penajam, PPU. Warga diimbau berhati-hati gelombang tinggi pada 19-20 Januari 2026.

KALTIMPOST.ID,KALTIM-Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir Kaltim diminta meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi pasang laut ekstrem dengan ketinggian antara 2,7 hingga 2,9 meter pada 19 dan 20 Januari 2026.

Kondisi alam ini diprediksi dapat memicu banjir rob, merendam area tambak, serta mengganggu denyut ekonomi dan sosial di wilayah pesisir.

"Kenaikan permukaan laut ini berisiko menyebabkan banjir rob hingga merendam tambak milik warga," jelas Carolina Meylita Sibarani, ketua Tim Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Kamis (15/1).

Berdasarkan data BMKG yang dikutip media ini berikut adalah rincian wilayah yang diprediksi mengalami pasang surut ekstrem, yaitu, Pesisir Balikpapan puncak pasang 2,9 meter diperkirakan terjadi pada 20 Januari 2026 pukul 20.00 Wita dan puncak surut 0,4 meter (12.00 Wita).

Baca Juga: Waspada Banjir dan Longsor, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Wilayah Kaltim 11-20 Januari

Kemudian, Muara Sungai Mahakam puncak pasang 2,8 meter 19 Januari 2026 (19.00 Wita) dan puncak surut 0,5 Meter (02.00 Wita); Teluk Sangkulirang puncak pasang 2,8 meter 20 Januari 2026 (20.00 Wita) dan puncak surut 0,3 meter (13.00 Wita); Muara Sungai Berau puncak pasang   2,7 meter 20 Januari 2026 (21.00 Wita) dan puncak surut 0,4 meter (15.00 Wita).

Sementara itu, untuk wilayah perairan Balikpapan mencakup area luas yang mencakup Samboja, Samboja Barat, Kota Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), hingga Kabupaten Paser. Peringatan ini menjadi sinyal penting bagi para petambak udang, ikan, dan kepiting, terutama di kawasan Pulau Nubi (Kutai Kartanegara) dan pesisir selatan.

Baca Juga: Peringatan BMKG, Pasang Laut Hingga 3,1 Meter Ancam Kawasan Pesisir dan Tambak di Kaltim

Arus laut yang kuat berpotensi merusak infrastruktur tambak dan menghanyutkan hasil budi daya. Selain sektor perikanan, Carolina menambahkan bahwa fenomena ini juga bisa menghambat operasional logistik di pelabuhan.

"Air laut berpotensi masuk ke pemukiman penduduk. Kami juga mengimbau orang tua agar lebih mengawasi anak-anak agar tidak bermain di tepi pantai saat pasang tinggi terjadi,"tegasnya.

Masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan informasi dari BMKG dan segera melakukan langkah mitigasi mandiri untuk meminimalisir kerugian materiil maupun risiko keselamatan.(*)

Editor : Hernawati
#surut #pesisir #Pasang #Ekstrem #bmkg #peringatan