Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Syafruddin Kembali Nakhodai PKB Kaltim, Ini Perjuangan Panjangnya Dari 0 Kursi hingga Target di 2029

Muhammad Ridhuan • Minggu, 25 Januari 2026 | 19:02 WIB
MATANGKAN KADER: Ketua PKB Kaltim terpilih Syafruddin akan lebih serius mematangkan kader-kader untuk berkompetisi dalam pemilihan kepala daerah.
MATANGKAN KADER: Ketua PKB Kaltim terpilih Syafruddin akan lebih serius mematangkan kader-kader untuk berkompetisi dalam pemilihan kepala daerah.

BALIKPAPAN — Perjalanan politik Syafruddin bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim bukanlah cerita singkat. Ia adalah kisah panjang yang dimulai dari kondisi serba terbatas hingga kini menempatkan PKB sebagai salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan di Benua Etam.

Terpilih kembali sebagai Ketua DPW PKB Kaltim periode 2026–2031, Syafruddin menyebut amanat ini sebagai kelanjutan dari proses panjang yang telah dibangun sejak lama.

“Saya memimpin PKB Kaltim itu sejak 2008,” ujar Syafruddin saat diwawancarai. Ia mengingat betul situasi awal partai yang jauh dari kata mapan. Pada Pemilu 2009, PKB hanya memperoleh enam kursi di tingkat kabupaten dan kota, sementara di DPRD Provinsi Kaltim belum memiliki satu pun perwakilan.

“Pengalaman-pengalaman yang sedih, yang diremehkan, memimpin PKB Kaltim yang nol kursi, tidak punya perwakilan di DPRD provinsi, itulah yang justru memacu semangat,” katanya.

Syafruddin baru terpilih secara resmi melalui Musyawarah Wilayah pada 2010, setelah sebelumnya ditunjuk sebagai ketua. Periode 2010–2015 menjadi fase penting pembenahan internal partai. Strategi kerja politik mulai disusun secara lebih rapi, hingga membuahkan hasil pada Pemilu 2014. Saat itu, PKB Kaltim berhasil meraih lima kursi DPRD Provinsi, meski kemudian berkurang menjadi empat kursi seiring pemekaran Kalimantan Utara (Kaltara).

Ia mengakui, capaian tersebut sempat dianggap remeh oleh sebagian pihak. “Banyak orang melihat sebelah mata dan menganggap hasil Pemilu 2014 itu hanya kebetulan,” ujarnya. Penilaian itulah yang kemudian mendorong PKB Kaltim untuk membuktikan konsistensi. Pada Pemilu 2019, PKB kembali mengamankan lima kursi DPRD Provinsi Kaltim.

“Sejak 2019 itulah PKB Kaltim mulai diperhitungkan. Orang mulai melihat bahwa ini bukan kebetulan, tapi kerja kolektif semua kader dan pengurus,” kata Syafruddin.

Kepercayaan terhadap kepemimpinannya juga terus berlanjut. Ia kembali memimpin PKB Kaltim pada periode 2015–2020 dan 2020–2025. Pengalaman lintas periode tersebut, menurutnya, membuat partai semakin matang dalam menyikapi dinamika politik.

Puncak perjalanan itu terjadi pada Pemilu 2024, ketika Syafruddin memutuskan maju sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kaltim. Keputusan tersebut berbuah hasil. Ia terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029, sekaligus mengantarkan PKB Kaltim memiliki wakil di Senayan.

“Capaian-capian ini bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul. Ini hasil perjuangan bersama, kekompakan semua kader, pengurus, dan simpatisan PKB Kaltim,” tegasnya.

Tak lama setelah itu, Syafruddin kembali dipercaya memimpin PKB Kaltim untuk periode 2026–2031. Amanat tersebut diiringi target politik yang cukup ambisius menjelang Pemilu 2029. PKB Kaltim menargetkan 11 kursi di DPRD Provinsi Kaltim dan 60 kursi DPRD kabupaten dan kota.

“Target ini memang agak bombastis, tapi namanya juga target. Ini ujian saya sebagai ketua terpilih, apakah mampu mewujudkannya atau tidak, nanti biar rakyat yang menentukan,” ujarnya.

Dalam kepemimpinannya ke depan, Syafruddin menekankan tiga prinsip yang terus ia dorong kepada seluruh kader PKB. “Pertama, kader PKB harus menjadi pelopor perubahan. Kedua, menunjukkan politik keteladanan. Dan yang terakhir, mewujudkan politik kehadiran, politik yang tidak berjarak dengan rakyat,” katanya.

Menurutnya, ketiga prinsip itu menjadi fondasi agar PKB tetap relevan dan dicintai masyarakat. Ia juga mengingatkan kader yang berada di legislatif maupun eksekutif agar selalu mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap kebijakan dan keputusan politik.

Selain di parlemen, PKB Kaltim mulai menyiapkan langkah ke ranah eksekutif. Saat ini, kader PKB telah menjabat sebagai Bupati Paser dan Wakil Bupati Mahakam Ulu. Ke depan, partai akan lebih serius mematangkan kader-kader untuk berkompetisi dalam pemilihan kepala daerah.

“PKB Kaltim tentu akan menyiapkan kader-kader terbaik untuk bertarung dan berkompetisi di level eksekutif, baik pilkada kabupaten/kota maupun provinsi,” ujar Syafruddin. (kpg/rdh)

Editor : Muhammad Ridhuan
#pkb #syafruddin #partai kebangkitan bangsa #kaltim #anggota dpr ri