Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sampah Plastik Jadi Sumber Rupiah Baru di Derawan, Masih Terkendala Listrik dan Ongkos Kirim

Nasya Rahaya • Sabtu, 14 Februari 2026 | 06:42 WIB
BUKTIKAN: Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat tour mengunjungi TPS3R Pulau Derawan.
BUKTIKAN: Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat tour mengunjungi TPS3R Pulau Derawan.

KALTIMPOST.ID, BERAU — Tumpukan sampah plastik di Pulau Derawan kini tak lagi sekadar persoalan lingkungan. Lewat Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Rumah Pilah Sampah (Rupiah), limbah anorganik mulai diposisikan sebagai sumber pendapatan baru bagi masyarakat di pulau wisata tersebut.

Di puncak musim liburan, aktivitas pariwisata di Pulau Derawan bisa menghasilkan hingga 46.105,1 kilogram sampah non-rumah tangga per hari, termasuk dari hotel dan penginapan.

Volume besar itu sebelumnya menjadi beban. Kini, melalui kolaborasi WWF-Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Berau, sampah mulai dikelola dengan pendekatan ekonomi sirkular.

TPS3R Rupiah yang dibangun sejak September 2025 akan mengolah sampah anorganik seperti botol plastik (HDPE, LDPE), kaleng, dan kemasan makanan. Sampah yang telah dipilah dan dikelompokkan selanjutnya dikirim ke luar pulau untuk dijual ke pasar daur ulang.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, berharap fasilitas ini bukan hanya menyelesaikan persoalan kebersihan, tetapi juga bernilai ekonomi bagi warga.

“Semoga dengan adanya TPS3R Rupiah ini juga akan bernilai ekonomi dan menjadi rezeki untuk masyarakat,” ujarnya.

TPS3R ini dikelola 10 orang tim operasional yang telah dibekali pelatihan pemilahan, pengepakan, hingga keselamatan kerja. Artinya, rantai ekonomi baru mulai terbentuk mulai dari rumah tangga, hotel, petugas angkut, hingga pengepul luar daerah.

Namun, mengelola sampah di pulau kecil tak semudah di daratan. Keterbatasan listrik menjadi tantangan utama, terutama untuk proses pengepresan plastik yang membutuhkan daya besar. Selain itu, biaya pengiriman sampah terpilah antarpulau ikut menekan margin keuntungan.

Pengelolaan yang efisien menjadi kunci agar model bisnis ini berkelanjutan. Jika biaya operasional lebih tinggi dibanding harga jual plastik, maka keberlanjutan ekonomi TPS3R bisa terganggu.

Meski demikian, masyarakat Derawan optimistis. Ketua Tim Pengelola TPS3R, Heryuni, menyebut warga siap mendukung agar pengelolaan sampah berjalan maksimal dan memberi manfaat ekonomi jangka panjang.

Jika sistem ini stabil, Derawan bukan hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari, tetapi juga sebagai contoh pulau kecil yang mampu mengubah sampah menjadi rupiah. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Diolah #berau #pulau derawan #sampah #listrik #persoalan lingkungan