Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ratusan Mahasiswa Kutim Terima Bantuan Pendidikan dari Program Gratispol  

Jufriadi • Rabu, 25 Februari 2026 | 11:57 WIB

 

 

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyerahkan bantuan Program Gratispol secara simbolis kepada mahasiswa dalam rangkaian Safari Ramadan di Masjid Agung Al-Faruq Sangatta, Selasa (25/2/2026).   
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyerahkan bantuan Program Gratispol secara simbolis kepada mahasiswa dalam rangkaian Safari Ramadan di Masjid Agung Al-Faruq Sangatta, Selasa (25/2/2026).  

SANGATTA - Sebanyak 254 mahasiswa di Kutai Timur (Kutim) resmi menerima Program Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat safari Ramadan di Masjid Agung Al-Faruq Sangatta, Selasa (24/2/2026).

Program tersebut dialokasikan untuk tiga perguruan tinggi swasta di Kutim. Masing-masing penerima yakni Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta sebanya 66 mahasiswa, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara 166 mahasiswa, serta Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Kutai Timur 22 mahasiswa. Total bantuan yang dikucurkan mencapai Rp 2,567 miliar.

Rudy menjelaskan, penyaluran Gratispol ini sudah dilakukan untuk 52 perguruan tinggi di Kaltim dengan total penerima 158.981 mahasiswa. Bantuan dibagi berdasarkan kategori pembayaran uang kuliah sesuai program pemerintah provinsi.

Mahasiswa jurusan kedokteran hanya di cover Rp15 juta. Untuk jurusan Eksakta dan teknik di-cover Rp 7 juta. Sementara untuk jurusan ilmu sosial itu sampai Rp 5 juta.

“Survei kami, hampir seluruh universitas untuk yang ilmu sosial itu rata-rata di bawah lima juta. Jadi semua bisa tercover,” jelasnya.

Program Gratispol diberikan untuk mahasiswa semester satu hingga delapan, dengan batas usia 25 tahun untuk S1, 35 tahun untuk S2, dan 45 tahun untuk S3, serta syarat minimal domisili tiga tahun di Kaltim.

“Untuk mahasiswa afirmasi, misalkan guru, baik honorer maupun guru swasta dan negeri itu tanpa limit,” tuturnya.

Rudy juga menegaskan, mahasiswa yang telah menerima beasiswa dari Pemkab Kutim atau pihak swasta tidak dapat menerima Gratispol.

“Itu sudah tidak dihitung. Yang dihitung yang tidak dapat saja. Ini adalah bagian daripada pemerataan untuk semua mahasiswa Kalimantan Timur,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#pemprov kaltim #Rudy Masud #masjid agung #mahasiswa #gratispol #kutim